Tautan-tautan Akses

Bisnis Buku Bekas Marak di Afrika Selatan

  • Darren Taylor

Penjual buku-buku bekas meraup untung dengan menjual buku-buku langka di Johannesburg, Afrika Selatan (foto: dok).

Eric Nofal telah menjalankan usaha jual beli buku bekas selama hampir 30 tahun. Ia mengatakan akhir-akhir ini menghadapi persaingan intens sebelum membuka tokonya yang kelima di Johannesburg. Menurutnya, membuka toko yang baru itu merupakan salah satu keputusan paling baik yang pernah diambilnya.

"Saya sudah mendapat keuntungan setelah toko terbaru itu memasuki bulan ketiga. Sangat lumayan bahwa toko itu begitu cepat mendatangkan laba. Bisnis buku bekas kembali ramai.”

Demikian Eric Nofal yang menambahkan bahwa itu bertolak belakang dengan lima tahun lalu ketika bisnis buku bekas turun tajam. Para pecinta buku beralih ke alat baca buku elektronik seperti Kindles, dan ia terpaksa menutup enam toko buku bekas miliknya. Sekarang, tambahnya, kegilaan akan Kindles mungkin sudah lewat dan banyak warga Afrika Selatan kembali membaca buku tradisional.

Namun, banyak pelanggannya yang tidak lagi membeli buku baru dengan nilai tukar mata uang rand turun tajam terhadap dolar Amerika sejak akhir tahun 2011. Waktu itu satu dolar bernilai delapan rand, sekarang naik menjadi 13 rand.

"Harga buku baru seharusnya sama dengan harga makan siang. Di Inggris, itulah yang berlaku, makan siang dan buku harganya sekitar tujuh poundsterling. Di Afrika Selatan, harga makan siang untuk satu orang sekitar 70 sampai 80 rand, sementara harga sebuah buku baru 350 rand. Orang tidak lagi mampu membeli buku baru.”

Di Johannesburg sekarang ini terdapat sekitar 50 toko buku bekas, naik dari 25 beberapa tahun yang lalu. Tetapi tidak semua buku bekas harganya selalu lebih murah.

"Kami menjual edisi pertama buku Long Walk to Freedom, yang ditandatangani penulisnya, Nelson Mandela, sebelum perilisan resminya. Buku itu dibeli oleh seorang kolektor.”

Demikian Doron Locketz, pedagang buku bekas yang mengatakan kepada VOA bahwa buku itu terjual seharga hampir 80 ribu rand, atau sekitar 80 juta rupiah. Namun ia menambahkan bahwa pasar buku langka seperti itu sangat kecil.

Para ekonom meramalkan bahwa perekonomian Afrika Selatan masih akan tetap suram dalam beberapa tahun mendatang. Itu berarti kabar baik bagi para pedagang buku bekas seperti Nofal dan Locketz, yang dapat mengharapkan bahwa penjualan buku bekas akan terus naik. [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG