Tautan-tautan Akses

Presiden Afrika Selatan Luncurkan 'Kereta Rakyat'


Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma meluncurkan sistem kereta api metro baru yang disebut “Kereta Rakyat” (foto: dok).

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma meluncurkan sistem kereta api metro baru yang canggih, yang disebut “Kereta Rakyat.” Acara itu dianggap sebagai kesempatan bagi Zuma untuk memulihkan dukungan rakyat di tengah-tengah ketegangan politik yang meningkat dan pemungutan suara tidak percaya di parlemen.

Afrika Selatan meluncurkan tahap pertama proyek 20 tahun bernilai 4 miliar dolar untuk memodernkan transportasi publik.

Para pekerja yang mengandalkan angkutan umum untuk pergi dan pulang kerja yang marah pernah membakar kereta-kereta tua yang sering rusak dan terlambat. Presiden Jacob Zuma meresmikan kereta-api baru, yang dilengkapi pengatur suhu, kamera CCTV dan fitur-fitur lain, di Pretoria. Ia mengimbau masyarakat agar tidak membakar atau merusak kereta api baru itu.

"Pemerintah berusaha memperbaiki kehidupan rakyat. Sedikit demi sedikit, pemerintah akan melakukan hal-hal yang perlu dilakukan. Sebagai negara, kita membuat kemajuan. Ini adalah tanda yang jelas dan positif bahwa Afrika Selatan tidak tenggelam tetapi bangkit,” ujar Zuma.

Panitia peresmian kereta api baru itu, dan Zuma sendiri, mungkin menarik napas lega bahwa acara berjalan tanpa insiden.

Di Afrika Selatan telah terjadi protes-protes anti-Zuma sejak reorganisasi Kabinet yang kontroversial bulan Maret. Sebelumnya bulan ini, para anggota serikat buruh terbesar menyoraki Zuma dengan kata-kata ejekan ketika ia datang untuk memberikan kata sambutan dalam acara peringatan Hari Buruh 1 Mei, dan akhirnya ia meninggalkan tempat tanpa berpidato.

Tetapi dalam acara hari Selasa (9/5) itu, para pendukung bersorak gembira. Namun, begitu acara peresmian selesai seorang aktivis, Takalani Matsilele, masuk ke salah satu gerbong dan menyerukan agar orang menandatangani petisi untuk menyingkirkan Zuma.

"Negara terpuruk selama Zuma masih presiden. Ia telah membuat surat obligasi Afrika Selatan berstatus sampah untuk pertamakalinya,” kata Matsilele.

Pemungutan suara tidak percaya akan dilangsungkan di parlemen. Mahkamah Konstitusi hari Senin akan mendengar argumentasi mengenai petisi yang diajukan oposisi untuk membuat pemungutan suara parlemen itu dilakukan secara rahasia. Zuma telah beberapa kali lolos dalam pemungutan suara tidak percaya.

Jika pemungutan suara dizinkan untuk dilakukan secara rahasia, sebagian legislator partai pemerintah, yang terang-terangan tidak puas dengan kepemimpinan Presiden, mungkin akan bergabung dengan oposisi untuk menyingkirkan Zuma. [ds]

XS
SM
MD
LG