Tautan-tautan Akses

AS

Ketua Pramuka AS Minta Maaf atas Pidato Politik Trump pada Jambore


Para anggota Pramuka menyanyi dan menari diiringin musik sambil menunggu kedatangan Presiden AS Donald Trump pada acara Jamboree Nasional di Glen Jean, West Virginia, Senin (24/7) lalu (foto: dok).

Ketua Pramuka Laki-laki Amerika hari Kamis (27/7) meminta maaf atas “retorika politik” presiden Amerika Donald Trump dalam pidatonya awal minggu ini pada jambore pramuka nasional yang seharusnya tidak memihak.

Michael Surbaugh, pemimpin eksekutif organisasi pramuka itu mengatakan acara perkemahan ribuan remaja pramuka pada acara yang berlangsung setiap empat tahun itu di West Virginia telah “dibayang-bayangi dan didominasi oleh komentar-komentar Presiden Amerika”.

Surbaugh menambahkan “Saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada keluarga dari pramuka yang tersinggung oleh retorika politik yang disisipkan pada jambore. Hal itu tidak pernah tersirat dalam niat kami”. Ia mengatakan undangan kepada presiden Amerika untuk hadir pada jambore adalah tradisi lama. Presiden-presiden sebelumnya yang berpidato pada organisasi itu biasanya memberi pidato yang memberikan inspirasi , bukan komentar politik mengenai pertikaian terbaru di Washington sebagaimana yang dilakukan Trump. Surbaugh mengatakan organisasi pramuka “mempertahankan sikap ketidak berpihakan dan menolak mengomentari masalah-masalah politik. Kami dengan tulus menyesali bahwa politik diselipkan pada program pramuka”. Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders menolak berkomentar mengenai pernyataan Surbough dan mengatakan kepada wartawan ia “hanya mendengar sorak-sorai” untuk Trump di acara itu.

Trump awalnya mengatakan pada peserta Jambore Pramuka Nasional, Senin malam, ia tidak akan berbicara mengenai politik. “Siapa yang mau bicara politik kalau saya dihadapan pramuka” katanya. Tapi pada pidatonya selama setengah jam, Trump melontarkan sejumlah kecaman terhadap mantan Presiden Barack Obama dan penantangnya pada pemilu tahun lalu, Hillary Clinton sementara menyerang media sebagai berita “bohong” dan Obamacare yang mengerikan. Ia mengecam para anggota legislatif dan menyamakan mereka sebagai kolam comberan serta menggembar gemborkan kemenangan pemilunya. [my/jm]

XS
SM
MD
LG