Kamis, 23 Oktober 2014 Waktu UTC: 03:47

Berita / Indonesia

Ormas Lintas Agama dan Etnis di Solo Ikut Amankan Perayaan Natal

Berbagai organisasi masyarakat lintas agama dan etnis di Solo ikut mengamankan berbagai gereja sebagai bentuk toleransi antar umat beragama.

Tentara menjaga Gereja Bethel Indonesia (GBI) Keluarga Allah di Solo, Jawa Tengah. (VOA/Yudha Satriawan)
Tentara menjaga Gereja Bethel Indonesia (GBI) Keluarga Allah di Solo, Jawa Tengah. (VOA/Yudha Satriawan)
Yudha Satriawan
Menjelang perayaan Natal di Solo, polisi dan militer memperketat pengamanan di berbagai gereja. Selain aparat keamanan tersebut, tampak pula anggota berbagai ormas di Solo yang ikut dalam pengamanan perayaan Natal.

Kepala Polisi Resort Kota Solo, Komisaris Besar Asjima'in, saat ditemui usai meninjau pengamanan berbagai gereja di Solo, mengatakan organisasi kemasyarakan di Solo dilibatkan dalam pengamanan ini. Menurut Asjima'in, peran organisasi masyarakat lintas agama dan lintas etnis sangat membantu aparat dalam menjaga keamanan di Solo.

“Untuk kegiatan Natal ini, pengamanan kita adalah mengedepankan tindakan preventif. Personel yang dilibatkan dalam pengamanan ini ada dari Polisi, Brimob, TNI. Kemudian dari potensi masyarakat juga kita libatkan antara lain Linmas atau Hansip, satgas PDI-P, organisasi kemasyarakatan, GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu), FPP (Front Pembela Pancasila), BANSER (Bantuan Serba Guna) dari Nahdlatul Ulama, dan barisan SIAP di Solo. Mereka secara sukarela bergabung dalam pengamanan perayaan Natal di Solo,” ujar Asjima'in.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mendukung sikap toleransi antar umat beragama di Solo yang ikut mengamankan perayaan Natal dari gangguan keamanan dan ketertiban. Menurut Rudy, sikap tersebut sesuai dengan semangat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Harapan dan keinginan warga masyarakat serta pemerintah kota di Solo kan kemajemukan masyarakat di Solo ini tetap harus dipertahankan dan dijaga keharmonisannya. Artinya, semua budaya saling menghargai, saling toleransi, saling menghormati masyarakat lintas agama dan lintas etnis itu akan kita terus tumbuhkembangkan dan dibangun sehingga benar-benar menciptakan Solo sebagai kota budaya,” ujar Hadi.

Kepolisian dan TNI di Solo menempatkan 900 personel untuk pengamanan perayaan Natal di 142 gereja di Solo. Pengamanan ini ditambah belasan organisasi kemasyarakatan yang ikut bergabung, mencapai 600 orang, sehingga jumlah total petugas keamanan mencapai 1.500 orang.

Kepolisian Daerah Jawa Tengah menetapkan Solo menjadi daerah dengan pengamanan khusus selama perayaan Natal dan Tahun Baru.

Beberapa aksi terorisme telah terjadi di Solo. Pada 2011, aksi terorisme di Gereja Bethel Kepunton Solo dilakukan seorang pembom bunuh diri dan melukai 20 jemaat gereja. Dalam beberapa bulan terakhir, ada penyerangan pos polisi di tiga lokasi di Solo dan lemparan granat yang menewaskan seorang polisi. Yang terakhir, pengerebekan lokasi persebunyian kelompok teroris di Solo menewaskan seorang polisi anti teror dan 2 teroris.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook