Tautan-tautan Akses

20 Tewas dalam Serangan Pemakaman di Bangui


Para anggota milisi anti Balaka beristirahat di tengah patroli mereka di wilayah Boeing, Bangui, (24/2). Pemerintah Republik Afrika Tengah menuduh milisi ini berada dibalik serangan atas pemakaman di Bangui Kamis malam.

Para anggota milisi anti Balaka beristirahat di tengah patroli mereka di wilayah Boeing, Bangui, (24/2). Pemerintah Republik Afrika Tengah menuduh milisi ini berada dibalik serangan atas pemakaman di Bangui Kamis malam.

Para pejabat di Republik Afrika Tengah mengatakan serangan granat di sebuah upacara pemakaman telah menewaskan 20 orang dan melukai 11 lainnya.

Serangan itu terjadi sekitar pukul 11:00 Kamis malam waktu setempat di Fatima, lingkungan Muslim di Bangui.

Seorang saksi mata, Samba Vianney, mengatakan kepada VOA bahwa warga telah berkumpul untuk melayat seorang tetangga yang tewas dalam pertempuran akhir pekan lalu.

Vianney mengatakan ada "suara keras tembakan, diikuti ledakan granat."

Ia menyalahkan serangan itu terhadap anggota milisi anti-Balaka, yang serangan-serangannya telah mendorong puluhan ribu Muslim di Republik Afrika Tengah untuk meninggalkan rumah dan komunitas mereka dalam beberapa bulan ini.

Seorang wartawan VOA di Bangui, Bagassi Koura, melaporkan bahwa Fatima tetap tegang pada hari Jumat. Dia mengatakan tembakan sporadis bisa terdengar di sana-sini, dan sejumlah barikade memblokir lalu lintas di sana dan di bagian-bagian lain kota itu.

XS
SM
MD
LG