Tautan-tautan Akses

Pejabat HAM PBB: Ada Kebencian Menakutkan di Afrika Tengah


Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Navi Pillay menyatakan keprihatinan situasi politik di Republik Afrika Tengah (foto: dok).

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Navi Pillay menyatakan keprihatinan situasi politik di Republik Afrika Tengah (foto: dok).

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Navi Pillay, berbicara di Bangui Kamis (20/3) pada hari terakhir kunjungan selama tiga hari ke Republik Afrika Tengah.

Pejabat tinggi HAM PBB mengatakan kekerasan sektarian di Republik Afrika Tengah (C.A.R.) masih pada tingkat yang “sangat mengerikan" dan telah mendorong kekejaman termasuk kanibalisme.

Komisaris Tinggi PBB untuk HAM, Navi Pillay, berbicara dalam sebuah konferensi pers hari Kamis (20/3) di Bangui, ketika ia mengakhiri kunjungan selama tiga hari ke negara itu.

Pillay mengatakan C.A.R. telah "menjadi sebuah negara di mana rakyatnya tidak hanya dibunuh" tetapi "disiksa, dimutilasi, dibakar dan dipotong-potong."

Ia mengatakan para penyelidik PBB mengetahui sedikitnya ada empat peristiwa di mana para pembunuh memakan daging korban-korban mereka.

C.A.R. terperosok dalam kekacauan tahun lalu, ketika pemberontak Seleka yang umumnya beragama Islam, menggulingkan presiden dan melakukan pembunuhan dan perampokan secara membabi buta.

Sebagai tanggapannya, umat Kristen dan kelompok-kelompok animis, yang dikenal sebagai anti - Balaka, bermunculan dan menyerang, memaksa puluhan ribu penduduk beragama Islam untuk meninggalkan rumah-rumah mereka.
XS
SM
MD
LG