Tautan-tautan Akses

Sudan Selatan Sangkal Tuduhan Dukung Kelompok Pemberontak

  • Gabe Joselow

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir (foto: dok).

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir (foto: dok).

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir menyangkal tuduhan memberi dukungan untuk kelompok pemberontak dan menuduh Presiden Sudan Omar al-Bashir berencana menyerang selatan.

Presiden Sudan Selatan Salva Kiir mengatakan kepada wartawan tuduhan bahwa negaranya mendukung kelompok pemberontak di wilayah Nil Biru dan Kordofan Selatan di Sudan adalah tidak benar. “Saya menyangkal tuduhan itu. Tuduhan itu tidak benar. Tuduhan itu sama sekali tidak berdasar dan direncanakan dengan maksud buruk,” ujar Presiden Kiir.

Presiden Sudan Omar al-Bashir menuduh Selatan mendukung Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan Utara (SPLM-N). Kelompok bersenjata itu merupakan bagian dari partai yang berkuasa di Sudan Selatan ketika Sudan masih merupakan satu negara.

Selama beberapa bulan, pasukan bersenjata Sudan memerangi para pemberontak SPLM-N di wilayah Nil Biru dan Kordofan Selatan, yang terletak di perbatasan dengan Sudan Selatan.

Presiden Kiir, berbicara di ibu kota, Juba, mengatakan tuduhan Presiden Bashir terhadap Selatan merupakan awal bagi tindakan masa depan. “Kenyataannya adalah, yang tidak dibicarakan orang adalah Bashir dan kelompoknya yakin bahwa pihaknya bersalah telah menyerahkan tanah yang indah ini yang disebut Sudan Selatan kepada orang-orang kafir. Mereka harus merebutnya lagi,” ujarnya.

Pernyataan Presiden Kiir itu dikemukakan setelah Presiden Sudan Omar al-Bashir dilaporkan mengancam akan kembali berperang dengan Sudan Selatan. Dikutip surat kabar Sudan Tribune awal minggu ini ia mengatakan kepada Selatan “Jika mereka ingin berperang, pasukan kami siap.”

Ketegangan antara Sudan dan Sudan Selatan semakin meninggi bahkan sebelum Selatan menyatakan kemerdekaan bulan Juli. Kedua pihak bentrok awal tahun ini di kawasan Abyei yang kaya minyak. Mereka belum menyelesaikan sengketa perbatasan dan bagaimana membagi pendapatan dari minyak.

Ketegangan itu membuyarkan harapan bagi pemisahan damai kedua Sudan, yang mengalami 21 tahun perang saudara yang berakhir enam tahun lalu.

PBB memperkirakan lebih dari 28.000 orang telah mengungsi dari wilayah Nil Biru, kebanyakan ke Ethiopia, sejak pertempuran mulai bulan September.

Kelompok HAM yang berkantor pusat di Amerika, the Enough Project, menuduh pasukan bersenjata Sudan melakukan kekejaman di wilayah Nil Biru, termasuk pembunuhan dan pemerkosaan warga sipil.

XS
SM
MD
LG