Tautan-tautan Akses

Senator Fraksi Republik Inginkan Peran AS Lebih Besar dalam Konflik Libya

  • Suzanne Presto

Senator AS, John McCain (kanan) bersama Abdul Hafiz Ghoqa, jubir Dewan Transisi Nasional Libya dalam kunjungannya ke Benghazi (22/4).

Senator AS, John McCain (kanan) bersama Abdul Hafiz Ghoqa, jubir Dewan Transisi Nasional Libya dalam kunjungannya ke Benghazi (22/4).

Senator John McCain mengatakan tidak puas dengan upaya yang telah dilakukan koalisi untuk menjatuhkan Moammar Gaddafi.

Senator Amerika dari Partai Republik, John McCain mengatakan, ia ingin melihat peran militer Amerika yang lebih besar dalam konflik Libya.

Ketika berbicara dalam program televisi Fox News Sunday, Senator fraksi Republik dari negara bagian Arizona, John McCain, mengatakan tidak puas dengan upaya koalisi untuk menjatuhkan Moammar Gaddafi dan mengakhiri kebuntuan antara pasukan pemimpin Libya itu dengan pasukan pemberontak.

“Rakyat mati di medan tempur Libya. Seharusnya mereka tidak perlu mengalami itu jika kita menggunakan seluruh kekuatan udara dan kemampuan unik yang dimiliki militer Amerika,” ujar McCain.

Amerika, Inggeris, dan Prancis memulai serangan udara bulan Maret untuk melaksanakan zona larangan terbang yang diberlakukan PBB.

Berbicara pada KTT G-8 di Prancis minggu lalu, Presiden Amerika Barack Obama mengatakan mandat PBB untuk melindungi warga sipil itu tidak dapat diterapkan selama Khadafi tetap berkuasa, dan ia bisa memerintahkan pasukannya menyerang rakyat Libya.

Inggeris dan Prancis menekan agar Amerika lebih berperan besar dalam operasi-operasi militer yang dipimpin NATO.

Mengenai hal itu McCain mengatakan, “Gaddafi mungkin tidak berdaya. Tetapi hal ini seharusnya sudah lama bisa diatasi apabila kita menggunakan sepenuhnya kekuatan udara Amerika untuk menjatuhkannya. Sayangnya kita tidak melakukannya.”

McCain juga berkeinginan Amerika secara resmi mengakui pemerintahan kelompok pemberontak, Dewan Nasional Peralihan (TNC).

Minggu lalu, seorang diplomat Amerika mengatakan TNC menerima undangan dari Presiden Barack Obama untuk membuka kantor perwakilan di Washington. Namun, Amerika tidak sampai memberikan pengakuan resmi kepada kelompok itu.

Dengan tewasnya Osama bin Laden sebulan lalu, sebagian anggota Kongres Amerika mendesakkan penarikan lebih cepat pasukan Amerika dari Afghanistan, di mana serangan teroris 11 September 2011 terhadap Amerika katanya direncanakan.

McCain mengatakan prihatin dukungan rakyat Amerika atas peran Amerika di Afghanistan menurun.

“Saya sangat khawatir. Setelah tewasnya bin Laden kondisinya banyak berubah dan rakyat Amerika sudah jemu dengan perang,” ujarnya.

Minggu lalu, dengan hasil pemungutan suara 204 lawan 215, anggota-anggota DPR dengan perbandingan suara tipis bisa menggagalkan kebijakan untuk menetapkan penarikan lebih cepat pasukan Amerika. Itu adalah pemungutan suara pertama mengenai Afghanistan di Kongres sejak pasukan khusus operasi militer Amerika menewaskan bin Laden di Pakistan.

Presiden Obama akan mulai menarik sebagian dari 100.000 pasukan di Afghanistan bulan Juli. Seluruh pasukan tempur dijadwalkan akan ditarik menjelang tahun 2014.

XS
SM
MD
LG