Tautan-tautan Akses

Presiden Erdogan Marah, Uni Eropa Tangguhkan Keanggotaan Turki


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Isnatan Kepresidenan di Ankara, Turki, 26 Oktober 2016 (Foto: dok).

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Isnatan Kepresidenan di Ankara, Turki, 26 Oktober 2016 (Foto: dok).

Dalam menanggapi kecaman yang memuncak dari Uni Eropa, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Rabu menantang para pejabat untuk mengambil keputusan terakhir mengenai keanggotaan Turki dalam blok 28 negara itu.

Erdogan, dalam pidatonya di hadapan kelompok pimpinan perusahaan di Istanbul, mengatakan Uni Eropa tidak akan dapat mencapai “titik terakhir” dan mengakhiri hubungan dengan Turki karena takut akan membahayakan persetujuan untuk mengekang arus migran dari Afrika dan Timur-Tengah ke Eropa.

Komentarnya dikeluarkan sementara Uni Eropa bersiap-siap menerbitkan laporan yang meninjau status Turki sebagai calon anggota Uni Eropa. Laporan itu diperkirakan kalangan luas akan mengeritik penindakan Turki terhadap kebebasan media dan penangkapan 10 anggota parlemen yang pro-Kurdi.

“Mereka mengatakan tanpa rasa malu bahwa Uni Erppa harus meninjau kembali perundingannya dengan Turki,” kata Erdogan. “Kamu terlambat, lakukan peninjauan kembali secepat mungkin. Tetapi jangan hanya meninjaunya kembali, ambil keputusan terakhir,” imbuhnya.

Pemimpin Turki itu menambahkan: “Kamu tahu ke-3 juta orang pengungsi di Turki? Mereka mengatakan ada masalah. Bagaimana kalau prundingan berakhir dan Turki membuka gerbang, dimana kita akan menempatkan ke-3 juta orang pengungsi itu? Itulah yang mereka khawatirkan. Itulah sebabnya mereka tidak dapat datang untuk mengakhirinya,” kata Erdogan. [gp]

XS
SM
MD
LG