Tautan-tautan Akses

Polisi Turki Bubarkan Protes Terkait Penangkapan Wartawan


Seorang warga sipil, kiri, dan seorang petugas keamanan memukul seorang pengunjuk rasa saat polisi anti huru-hara menggunakan meriam air untuk membubarkan orang-orang yang berunjuk rasa terhadap penahanan 12 anggota parlemen dari partai pro-Kurdi, HDP (5/11). Istanbul, Turki. (foto: AP Photo/Cagdas Erdogan)

Seorang warga sipil, kiri, dan seorang petugas keamanan memukul seorang pengunjuk rasa saat polisi anti huru-hara menggunakan meriam air untuk membubarkan orang-orang yang berunjuk rasa terhadap penahanan 12 anggota parlemen dari partai pro-Kurdi, HDP (5/11). Istanbul, Turki. (foto: AP Photo/Cagdas Erdogan)

Ratusan demonstran di Istanbul yang berpawai menyatakan dukungan bagi staf koran oposisi yang sebelumnya ditahan sebagai bagian tindakan keras pemerintah yang berkelanjutan dibubarkan polisi turki dengan meriam air dan gas air mata.

Polisi Turki menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan ratusan demonstran di Istanbul hari Sabtu, yang berpawai menyatakan dukungan bagi staf koran oposisi yang sebelumnya ditahan sebagai bagian tindakan keras pemerintah yang berkelanjutan.

Protes meletus beberapa jam setelah pihak berwenang Turki memerintahkan 9 eksekutif dan wartawan koran Cumhuriyet, media oposisi yang sekuler ditahan untuk diadili.

Jaksa mengaitkan penangkapan itu dengan dugaan dukungan koran tersebut terhadap ulama yang diduga mendalangi upaya kudeta yang gagal Juli lalu, dan dugaan kaitan koran itu dengan militan Kurdi yang memerangi pemerintah Turki guna membentuk otonomi di Turki tenggara.

Cumhuriyet adalah satu dari sedikit media oposisi di Turki yang masih kritis terhadap Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang melancarkan tindakan keras, dan menangkap lebih dari 100.000 orang - termasuk guru, wartawan, polisi dan hakim - sejak upaya kudeta 15 Juli.

Tindakan keras itu memicu kekhawatiran yang luas akan hak asasi di kalangan sekutu Barat Turki. Kekhawatiran itu meningkat hari Jumat ketika polisi Turki menahan belasan anggota parlemen Partai Rakyat Demokratik yang pro-Kurdi, partai politik terbesar ketiga di negara itu.

Menurut pernyataan kantor pemerintah, mereka ditangkap karena tidak memenuhi panggilan jaksa yang meminta mereka bersaksi dalam kasus propaganda terorisme. [ka]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG