Tautan-tautan Akses

Pernikahan Pangeran William, Target Ideal bagi Kelompok Penentang Kerajaan Inggris

  • Sellah Hanessy

Pangeran Charles dan isterinya, Camilla menjadi sasaran kemarahan kelompok anti kerajaan di London (foto: ( Desember 2010).

Pangeran Charles dan isterinya, Camilla menjadi sasaran kemarahan kelompok anti kerajaan di London (foto: ( Desember 2010).

Kelompok anarkis ‘Love Police’ berencana berdemonstrasi di lapangan Trafalgar, saat berlangsungnya pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton.

Perhatian dunia tertumpu ke Inggris yang kini menyiapkan pernikahan di kerajaan itu hari Jumat ini dan bukan hanya simpatisan yang menunjukkan minat. Mereka yang menentang pemerintah Inggris atau sistim kerajaan juga mungkin akan melihat pernikahan itu sebagai target ideal.

Salah seorang penentang sistim kerajaan di Inggris, Charlie Veitch mengatakan, “Ini pesan dari Institut Kerajaan bagi pencucian otak dan pengendalian pikiran.”

Charlie Veitch dan kelompok anarkis-nya membawa sebuah megafon ke lapangan Trafalgar London dan memberitahu masyarakat pendapatnya mengenai pernikahan mendatang di kerajaan itu.

Veitch menambahkan, “Yang menjadi isu bagi saya adalah pemerintah menciptakan tontonan umum terbesar di dunia dan kita harus membiayainya, pembayar pajak, berjuta-juta poundsterling dibayarkan untk keamanan, sementara banyak sekali orang di negeri ini menentangnya”.

Dia mengemukakan alas an bahwa kerajaan adalah sistim yang mendominasi.

“Apabila saya membuka passport saya yang tertulis bukanlah warga negara Inggris tetapi tunduk kepada Inggris karena saya masih tunduk kepada mahkota dan ratu Inggris, dan saya menolak ini 100 persen,” ujarnya.

Kelompok anarkis yang disebut ‘Love Police’ berencana berdemonstrasi hari Jumat di lapangan Trafalgar, di hari yang sama berlangsungnya pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton.

Pasukan kemanan Inggris terlatih dengan baik dalam mengamankan acara-acara besar.

Pasukan kemanan Inggris terlatih dengan baik dalam mengamankan acara-acara besar.

Wakil Direktur Studi Internasional Radikalisasi, John Bew mengatakan pasukan kemanan Inggris akan menghadapi ancaman dalam dua kategori utama pada hari berlangsungnya pernikahan itu.

“Di satu sisi kita khawatir akan adanya protes pada hari itu. Disisi lain kita mengkhawatirkan ancaman teroris yang lebih serius atau upaya serangan teroris terhadap pernikahan itu,” papar Bew.

Akhir tahun lalu, demonstrasi yang menentang kenaikan biaya kuliah berubah menjadi agresif. Gedung-gedung di hancurkan dan putra mahkota Inggris, Pangeran Charles terjebak dalam huru hara tersebut.

Para pemrotes melemparkan cat ke mobil pangeran itu, sedan Roll Royce yang sama yang akan mengantar Kate Middleton ke tempat pernikahannya hari Jumat.

Teroris juga sudah lama menjadikan Inggris sebagai target. Ratusan orang terbunuh atau terluka ketika sistem transportasi London di bom tahun 2005. Dan kelompok pembangkang Real IRA telah melancarkan aksi guna mengakhiri kekuasaan Inggris di Irlandia Utara.

Analis Bew mengatakan resiko terjadinya serangan teroris cukup tinggi. Dia mengatakan pernikahan di kerajaan itu merupakan target ideal karena perhatian dunia akan tertumpu pada Inggris. Ratusan ribu orang diperkirakan akan memenuhi jalan-jalan di London dan pemimpin penting dari berbagai negara akan hadir.

Namun, ia menambahkan bahwa pasukan kemanan Inggris sudah terlatih dengan baik dalam mengamankan acara-acara besar seperti pernikahan di kerajaan itu.

Polisi sudah mulai menyisir rute prosesi pernikahan itu untuk mencari senjata dan bahan peledak. Anjing pelacak akan memeriksa bangku gereja Westminster Abbey dimana pernikahan akan dilangsungkan, sementara itu helikopter kepolisian akan memantau acara hari itu dan sekitar 5.000 petugas polisi akan melakukan patroli di lapangan.

XS
SM
MD
LG