Tautan-tautan Akses

Pemerintah Yaman dan Suku Pemberontak Sepakati Gencatan Senjata Terbaru


Pasukan pemerintah Yaman siaga di atas truk, sementara demonstran unjuk rasa menuntut mundurnya President Ali Abdullah Saleh di Sana'a (3/6).

Pasukan pemerintah Yaman siaga di atas truk, sementara demonstran unjuk rasa menuntut mundurnya President Ali Abdullah Saleh di Sana'a (3/6).

Seminggu lalu gencatan senjata serupa berantakan dengan pecahnya bentrokan antara pasukan Presiden Saleh dan suku yang beroposisi.

Pejabat-pejabat pemerintah Yaman dan suku pemberontak menyepakati gencatan senjata baru yang ditengahi Arab Saudi.

Wakil-wakil kedua pihak hari Sabtu menyatakan akan menerima rencana tersebut. Hanya seminggu lalu, gencatan senjata serupa berantakan dengan pecahnya bentrokan baru antara pasukan Presiden Ali Abdullah Saleh dan mereka yang setia kepada ketua suku yang beroposisi, Sheikh Sadiq al-Ahmar.

Ada laporan yang bertentangan mengenai keberadaan Presiden Saleh. Beberapa laporan berita mengutip pejabat Yaman mengatakan presiden pergi ke Arab Saudi untuk berobat setelah cedera akibat serangan roket Jumat malam di kompleks kepresidenan di Sana'a. Namun, wakil menteri penerangan Yaman membantah laporan-laporan itu.

Media pemerintah mengatakan Presiden Saleh sedang dirawat di rumahsakit militer di ibukota untuk mengobati luka ringan akibat serangan itu.

Sebelumnya hari Sabtu, media pemerintah memberitakan perdana menteri Yaman dan setidaknya empat pejabat tinggi lain pergi ke Arab Saudi untuk mengobati luka-luka mereka akibat serangan roket hari Jumat.

Bentrokan berlanjut hari Sabtu di Sana'a. Pasukan Presiden Saleh menembaki rumah-rumah para pemimpin anti-pemerintah. Rumah tokoh oposisi al-Ahmar termasuk yang diserang.

Pejabat kesukuan mengatakan 10 tewas dan 35 luka-luka akibat penembakan pemerintah terhadap kawasan kediaman al-Ahmar.

XS
SM
MD
LG