Tautan-tautan Akses

Presiden Yaman Jalani Pengobatan di Arab Saudi

  • Elizabeth Arrott

Demonstran anti-pemerintah bergembira merayakan perginya Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh ke Arab Saudi untuk berobat (5/6).

Demonstran anti-pemerintah bergembira merayakan perginya Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh ke Arab Saudi untuk berobat (5/6).

Tidak diketahui berapa lama ia akan berada di Arab Saudi, karena luka-lukanya nampaknya lebih serius dari yang disebutkan pejabat Yaman.

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh berobat ke Arab Saudi karena mengalami cedera akibat serangan roket hari Jumat, menambah ketidakpastian di negaranya, di mana banyak pihak berupaya menggulingkannya.

Ribuan demonstran anti-pemerintah turun ke jalan-jalan Sana’a merayakan perginya Presiden Saleh.

Tidak diketahui berapa lama ia akan berada di luar negeri. Luka-lukanya nampaknya lebih serius dari sekedar goresan yang disebutkan para petinggi negeri itu segera setelah serangan itu.

Wakil Menteri Penerangan Abdou al-Janadi mengatakan Presiden Saleh menunjuk Wakil Presiden Abd al-Rab Mansur Hadi sebagai penjabat presiden.

Janadi mengatakan Wakil Presiden terus berkomunikasi dengan Presiden Saleh, yang saat ini dinyatakan menderita luka bakar. Ia menambahkan bahwa Presiden Saleh akan kembali ke Sana’a dan menjalankan tugas-tugasnya segera setelah pulih.

Tetapi, bahkan jika kondisi kesehatan Presiden Saleh membaik, Arab Saudi, yang memimpin upaya mediasi untuk membuatnya meninggalkan kekuasaan, mungkin akan berusaha mendorongnya agar tidak kembali ke negaranya, karena tidak jelas bagaimana penerimaan rakyat Yaman.

Ketua Pusat Kajian Negara-negara Teluk di Jeddah, Arab Saudi, Abdulaziz Sager, berpendapat bahwa meskipun Presiden Yaman itu tidak pernah mengira terkena serangan yang juga menewaskan sedikitnya tujuh orang, namun serangan itu kini membuka jalan bagi perlindungan politik dirinya.

Sementara itu, Sager berpendapat Wakil Presiden Hadi bisa menyediakan stabilitas jangka pendek.

Ia mengatakan, “Kita mulai menyaksikan Wakil Presiden Yaman dengan segera bertindak mengatasi situasi. Yang paling mungkin, kita akan menyaksikan terbentuknya dewan peralihan yang akan terdiri dari militer, kepala suku, dan berbagai partai oposisi. Ini adalah skenario yang paling mungkin kita saksikan di Yaman dalam beberapa hari mendatang.”

Selain tujuan menggulingkan Presiden Saleh, para pemimpin itu tidak punya kesamaan pandangan. Persaingan memecah negara itu di bidang politik, militer dan etnis, dan persekutuan kerap kerap berubah.

Sebagian pejabat menuding al-Ahmar, keluarga yang memimpin etnis Hashid, sebagai pihak yang menyerang mesjid Presiden Saleh, tetapi keluarga itu menyangkal mereka terlibat. Para petinggi pemerintah mengatakan juga sedang menyelidiki apakah kelompok teroris setempat, al-Qaida di Jazirah Arab bertanggung jawab.

Para pemrotes mengeluarkan pernyataan setelah perginya Presiden Saleh menyerukan pembentukan sebuah kepemimpinan peralihan sipil, tanpa mengikutsertakan mereka yang termibat dalam kekerasan.

XS
SM
MD
LG