Tautan-tautan Akses

Pembicaraan Proses Perdamaian Afghanistan Dimulai Senin


Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, tengah kanan, menyalami Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, tengah kiri, saat tiba di pangkalan udara Nur Khan di Rawalpindi, Pakistan, 9 Desember 2015.

Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif, tengah kanan, menyalami Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, tengah kiri, saat tiba di pangkalan udara Nur Khan di Rawalpindi, Pakistan, 9 Desember 2015.

Pakistan siap menjadi tuan rumah pembicaraan empat pihak pada hari Senin (11/1) untuk menghidupkan kembali proses perdamaian Afghanistan. Pembicaraan itu akan melibatkan Afghanistan, China dan Amerika.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan Ahmad Shekib Mostaghni Sabtu mengatakan bahwa para utusan yang bertemu di Islamabad akan membahas “peta jalan bagi perundingan perdamaian.” Pembicaraan tersebut disepakati sewaktu panglima militer Pakistan Jenderal Raheel Sharif berkunjung ke Kabul pada bulan Desember.

Pakistan diyakini berpengaruh atas Taliban, tetapi hubungan dengan Afghanistan tegang dalam beberapa bulan ini. Kedua negara telah lama saling menuduh pihak lain mendukung Taliban dan kelompok-kelompok pemberontak lainnya yang beroperasi di perbatasan mereka yang mudah disusupi. Para pemimpin Taliban diduga luas bermarkas di kota-kota Pakistan di dekat perbatasan Afghanistan, termasuk Quetta dan Peshawar.

Sebagian analis regional mengatakan Pakistan dapat berperan penting dalam proses perdamaian Afghanistan. “Pakistan memiliki peran vital dalam pembicaraan ini dan sekarang harus berperan karena pemerintah Afghanistan tidak memiliki kemampuan untuk membawa Taliban Afghanistan ke meja perundingan,” kata analis pertahanan yang berbasis di Pakistan Saad M. Khan kepada VOA.

Pembicaraan hari Senin itu tidak mengikutkan Taliban, tetapi kantor berita Reuters melaporkan beberapa faksi di dalam Taliban Afghanistan sedang mempertimbangkan untuk ambil bagian dalam proses perdamaian itu. [uh]

XS
SM
MD
LG