Tautan-tautan Akses

Kabinet Perang Israel dengan Suara Bulat Putuskan akan Lanjutkan Operasi di Rafah


Tentara Israel di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, di Israel selatan, Selasa, 7 Mei 2024. (AP/Tsafrir Abayov)
Tentara Israel di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, di Israel selatan, Selasa, 7 Mei 2024. (AP/Tsafrir Abayov)

Berbagai laporan mengenai kemungkinan kemajuan dalam perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas terjadi di tengah rencana Israel untuk melakukan serangan militer ke kota Rafah di Gaza selatan.

Israel akan melanjutkan operasinya di Rafah, kata juru bicara Pemerintah Israel David Mencer, Selasa (7/5), seraya menambahkan bahwa serangan tersebut adalah “awal dari misi untuk menghancurkan empat batalyon terakhir Hamas di kota itu.

“Kami tidak mengatakan ini akan menjadi kehancuran total Hamas. Hamas akan tetap ada, namun mereka tidak akan terorganisir dalam batalion seperti yang masih terjadi saat ini,” ujar David Mencer.

Pasukan Israel telah menguasai perbatasan Rafah dengan Mesir di Jalur Gaza, dan terus melakukan serangan di kota selatan itu ketika perundingan gencatan senjata dengan Hamas masih berlangsung.

Serangan tersebut terjadi setelah kelompok militan tersebut pada hari Senin (6/5) mengatakan akan menerima proposal gencatan senjata yang dimediasi Mesir-Qatar.

Israel bersikeras bahwa kesepakatan itu tidak memenuhi tuntutan intinya.

Langkah-langkah diplomatik yang berisiko tinggi dan pendekatan militer yang berada di ambang bahaya menyisakan secercah harapan, namun hanya sedikit bagi tercapainya kesepakatan yang setidaknya dapat menghentikan perang selama 7 bulan yang telah menghancurkan Jalur Gaza.

Washington Desak Kesepakatan Gencatan Senjata di Gaza

Ketegangan di Rafah terjadi setelah Israel mengisyaratkan niatnya untuk melancarkan serangan darat ke kota yang padat penduduk di titik selatan Gaza itu meskipun Washington keberatan.

Sumber-sumber pemerintah AS mengatakan bahwa Raja Abdullah II dari Yordania dan Presiden Joe Biden membahas konflik di Gaza pada acara santap siang di Gedung Putih pada hari Senin. Selain itu, Biden juga menelepon Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu pada Senin pagi.

Gedung Putih mengatakan keinginannya sudah jelas, seperti disampaikan oleh John Kirby, juru bicara Keamanan Nasional.

“Kami ingin memulangkan para sandera ini. Kami ingin gencatan senjata berlangsung selama enam minggu. Kami ingin meningkatkan bantuan kemanusiaan, dan hal terakhir yang saya tidak ingin lakukan adalah mengatakan apa pun di podium ini yang akan membahayakan proses tersebut,” kata Kirby.

Di Gaza, warga merayakan berita hari Senin bahwa Hamas telah menerima proposal gencatan senjata Mesir-Qatar dari para perunding.

Warga Palestina memeriksa kerusakan di sekitar rumah keluarga Derby yang terkena pemboman Israel di distrik Tal al-Sultan Rafah di Jalur Gaza selatan pada 7 Mei 2024.
Warga Palestina memeriksa kerusakan di sekitar rumah keluarga Derby yang terkena pemboman Israel di distrik Tal al-Sultan Rafah di Jalur Gaza selatan pada 7 Mei 2024.

Departemen Luar Negeri AS lebih skeptis mengenai apakah kesepakatan itu memang telah tercapai, seperti diungkapkan oleh Matthew Miller, juru bicara departemen itu.

“Gencatan senjata sangat bisa dicapai. Sudah ada kesepakatan yang siap, sebuah proposal yang akan mencapai gencatan senjata segera dan pembebasan sandera. Sekarang, mengenai tanggapan Hamas, yang menurut saya sekali lagi akan menjawab pertanyaan Anda, saya tidak ingin menjelaskannya secara rinci sampai kami memiliki kesempatan untuk mempelajarinya secara mendalam dan membicarakannya dengan mitra-mitra kami di kawasan itu,” tegas Miller.

Kabinet Perang Israel dengan Suara Bulat Putuskan akan Lanjutkan Operasi di Rafah
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:57 0:00

Sementara itu, militer Israel telah memerintahkan warga Rafah untuk mengungsi sebelum operasi darat.

Laksamana Muda Daniel Hagari adalah juru bicara militer Israel. Dia mengatakan militer Israel memeriksa setiap jawaban dan tanggapan dengan sangat serius dan menemukan setiap kemungkinan mengenai negosiasi pemulangan sandera secepat mungkin. Pada saat yang sama, dia mengatakan, militer melanjutkan operasinya di Jalur Gaza dan akan terus melakukannya.

PBB menyatakan keprihatinannya atas serangan ke Rafah

Stephane Dujarric adalah juru bicara Sekretaris Jenderal PBB. Dia mengatakan: “Setiap peningkatan permusuhan akibat serangan besar-besaran ke Rafah akan mendorong warga dan pengungsi yang saat ini tinggal di sana melewati titik puncaknya.”

Dan Gedung Putih menyatakan keprihatinannya terhadap warga sipil setelah serangan udara di sana pada hari Senin, seperti dikatakan oleh John Kirby, juru bicara Keamanan Nasional.

“Tidak peduli apakah itu rudal atau roket: hal-hal yang membunuh orang yang tidak bersalah, itu tidak baik. Dan sekali lagi, presiden menegaskan bahwa kami tidak ingin melihat operasi di Rafah yang membahayakan satu setengah juta orang yang tinggal di sana,” tegas Kirby.

Orang-orang itu saat ini terjebak di tengah konflik Israel-Hamas. [lt/jm]

Forum

XS
SM
MD
LG