Tautan-tautan Akses

Kelompok Militan Bertanggungjawab atas Serangan di Pangkalan Udara India

  • Anjana Parischa

Jenazah komandan Penjaga Keamanan Nasional India, Niranjan Kumar, dibawa oleh para prajurit India saat upacara penghormatan terakhir baginya di Bangalore, India, 4 Januari 2016.

Jenazah komandan Penjaga Keamanan Nasional India, Niranjan Kumar, dibawa oleh para prajurit India saat upacara penghormatan terakhir baginya di Bangalore, India, 4 Januari 2016.

Aliansi selusin lebih kelompok militan United Jihad Council, yang berbasis di Kashmir Pakistan, mengaku bertanggungjawab atas serangan kelompok bersenjata berat di pangkalan udara India di kota Pathankot, sekitar 50 kilometer dari perbatasan Pakistan.

Operasi dilanjutkan untuk hari ketiga guna mengamankan pangkalan udara di negara bagian Punjab, India utara, yang disusupi oleh orang-orang bersenjata lengkap hari Sabtu (2/1). Lima orang bersenjata dan tujuh petugas keamanan tewas dalam serangan yang bisa membahayakan perundingan perdamaian antara India dan Pakistan.

United Jihad Council, yang berjuang untuk mengakhiri pemerintahan India di Kashmir mengatakan, ingin menunjukkan bahwa tidak ada instalasi militer India yang tidak dapat dijangkau oleh militan dan India seharusnya membolehkan penduduk Kashmir untuk menentukan masa depan politik mereka. Klaim atas tanggung jawab itu datang dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan untuk kantor berita yang berkantor di Srinagar.

Laporan-laporan di India mengatakan bahwa kelompok Jaish-e-Mohammad yang bermarkas di Pakistan yang melancarkan serangan itu.

Hari Senin India mengerahkan pasukan tambahan yang bersenjatakan peluncur roket dan mortir untuk mempertahankan pangkalan itu.

Petugas keamanan mengatakan, operasi pencarian dan penyisiran memasuki tahap akhir, tetapi masih bisa memakan waktu karena pangkalan udara itu terbentang di lahan yang sangat luas.

Para pejabat mengatakan bahwa selain strategis, di pangkalan udara itu terdapat banyak rumah keluarga dan sekolah. "Seperti sebuah kota mini," kata Letnan Jenderal J.S. Dhamoon.

Para pejabat menekankan bahwa semua instalasi di pangkalan yang menampung jet tempur dan helikopter serbu itu, aman.

Meskipun para pejabat berusaha menekankan bahwa kerusakan di pangkalan udara itu kecil, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana orang-orang bersenjata itu berhasil memasuki fasilitas militer, meskipun ada peringatan intelijen tentang kemungkinan terjadi serangan teror.

Juru bicara Partai Bharatiya Janata yang sedang berkuasa, Nalin Kohli mengatakan, India akan berusaha kuat mengupayakan perdamaian.

"Setiap kali ada gerakan menuju normalisasi hubungan dengan Pakistan, ada hal-hal semacam ini terjadi secara otomatis, karena kekuatan ini tidak menginginkan perdamaian antara India dan Pakistan dan juga di wilayah ini. Namun, sejauh yang menyangkut India, kami terus akan melakukan yang terbaik untuk menghadapi situasi itu dan memastikan bahwa kekuatan itu dikalahkan," kata Kohli.

Perdana Menteri India, Narendra Modi mengadakan pertemuan hari Senin untuk membicarakan kedua serangan itu, yang terjadi sekitar seminggu setelah ia mengunjungi Lahore dalam upaya menggalakkan proses perdamaian yang lesu dengan negara saingannya, Pakistan. [ps/al]

XS
SM
MD
LG