Tautan-tautan Akses

AS

Pembantaian di Orlando Bangkitkan Simpati Dunia


Seorang pelayat membawa bendera Amerika dan menyalakan lilin dalam doa bersama untuk para korban penembakan di klub malam di Orlando, Florida (12/6).

Seorang pelayat membawa bendera Amerika dan menyalakan lilin dalam doa bersama untuk para korban penembakan di klub malam di Orlando, Florida (12/6).

Doa dan ucapan belasungkawa berdatangan dari berbagai penjuru dunia menyusul berita mengenai penembakan massal terburuk dalam sejarah AS di Orlando, Florida.

Mantan presiden Afghanistan Hamid Karzai mengatakan, ia sepenuhnya memahami nyeri yang dirasakan rakyat Amerika saat ini. Ia mengatakan, “Kami di Afghanistan, telah lama menyaksikan penembakan dan pembunuhan terjadi setiap hari.”

Pria bersenjata yang diidentifikasi bernama Omar Mateen adalah warga AS kelahiran New York, putra pasangan Afghanistan.

Di Kabul, Presiden Afghanistan, Mohammad Ashraf Ghani, dengan keras mengecam serangan itu. Ia mengatakan, “Menarget warga sipil tidak dibenarkan dalam situasi apapun.”

Pemimpin Eksekutif Afghanistan Abdullah Abdullah mengungkapkan rasa simpatinya terhadap keluarga para korban. Ia mengatakan, “Terorisme dan teroris adalah musuh manusia dan tidak mewakili kepercayaan, agama, etnis dan ras manapun.”

Kanselir Jerman Angela Merkel, hari Senin di China, mengatakan, “Kami sangat sedih mendengar bahwa rasa benci dan tindakan seseorang merenggut lebih dari 50 nyawa.”

Ratu Inggris Elizabeth mengirim pesan ke Presiden AS Barack Obama, “Pangeran Philip dan saya terkejut mendengar peristiwa di Orlando. Doa kami menyertai keluarga dan kerabat para korban.”

Kantor pers Holy See mengeluarkan pernyataan yang mengatakan, Paus Fransiskus menyertakan keluarga para korban tewas dan terluka dalam doa-doanya.

Sebuah pernyataan dari kantor Presiden Perancis mengatakan, Francois Hollande mengutuk keras pembunuhan massal di Florida dan mengungkapkan dukungan penuh Perancis dan rakyat Perancis bagi pihak berwenang Amerika dan rakyatnya dalam masa yang sulit ini.

PM Palestina Rami Hamdallah mengatakan, pembunuhan massal adalah tindakan teror dan kebencian yang tidak masuk akal, dan bahwa rakyat Palestina mendukung rakyat Amerika dalam masa sulit ini.

Ungkapan simpati dan belasungkawa juga datang dari PM Israel Benjamin Netanyahu, PresidenChina Xi Jinping, PM Jepang Shinzo Abe, PM Australia Malcolm Turnbull, dan PM Malaysia Najib Razak. Razak dalam pesan twitter-nya mengatakan, Islam sangat tidak membenarkan pembunuhan orang-orang tidak berdosa. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG