Tautan-tautan Akses

AS

Obama Perintahkan Pengibaran Bendera Setengah Tiang untuk Korban Orlando


Presiden AS Barack Obama menyampaikan pernyataan mengenai penembakan massal di Orlando, Florida (12/6). (EPA/Michael Reynolds)

Presiden AS Barack Obama menyampaikan pernyataan mengenai penembakan massal di Orlando, Florida (12/6). (EPA/Michael Reynolds)

Obama mengatakan sangat mudah bagi seseorang untuk memperoleh senjata api untuk menembak orang-orang di sekolah-sekolah, gereja, bioskop dan klub malam.

Presiden AS Barack Obama memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang untuk mengenang para korban penembakan massal terburuk dalam sejarah Amerika.

Seorang laki-laki bersenjata menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai 53 orang lainnya di dalam klub malam yang sering dikunjungi kaum gay di Orlando, Florida, Minggu dini hari (12/6).

Obama menyatakan serangan itu adalah tindakan terorisme dan bahwa Biro Penyelidikan Federal (FBI) memimpin penyelidikan. Ia mengatakan segala upaya dilakukan untuk mencari tahu motif pembunuhan atau apakah ia memiliki hubungan apapun dengan kelompok teroris.

Dengan wajah muram di Gedung Putih, ia mengatakan sangat mudah bagi seseorang untuk memperoleh senjata api untuk menembak orang-orang di sekolah-sekolah, gereja, bioskop dan klub malam.

"Kita harus memutuskan apakah ini yang dinginkan oleh negara kita. Dan untuk tidak bertindak apapun juga adalah sebuah keputusan."

Jaksa Agung Loretta Lynch dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson membatalkan perjalanan ke Beijing untuk melakukan pembicaraan keamanan dunia maya dengan para pejabat China.

Gubernur Florida Rick Scott menyatakan keadaan darurat di Orange County, lokasi kota Orlando. Pihak berwenang akan mengumumkan nama-nama korban serangan itu setelah memberitahu keluarga mereka. Warga Orlando antre panjang mendonasikan darah mereka bagi korban yang terluka.

Dalam sebuah kejadian yang sangat mengerikan, para saksi mata menceritakan mereka bisa mendengar ponsel-ponsel, yang masih melekat di tubuh para korban, berdering tak terjawab dari dalam klub malam, tempat aksi penyanderaan masih berlangsung.

Para kerabat dengan terisak memberitahu para wartawan di tempat kejadian bahwa mereka tidak tahu apakah anggota keluarga mereka hidup atau mati.

Pemilik klub malam Pulse, Barbara Poma, mengeluarkan pernyataan yang mengatakan ia terpukul, dan menyebut klubnya adalah sebuah tempat penuh cinta dan diterimanya komunitas gay.

Penyelenggara acara Tony Awards, penghargaan bagi drama dan musikal terbaik Broadway, mendedikasikan acara penghargaan Minggu malam bagi para korban Orlando.

Pihak berwenang mengidentifikasi penembak sebagai Omar Saddiqui Mateen, usia 29 tahun, warga negara Amerika yang lahir dari orangtua asal Afghanistan.

Polisi mengatakan ia melepaskan tembakan di dalam klub malam Pulse dengan senjata serbu otomatis yang dapat memuntahkan puluhan peluru dalam hitungan detik.

Para saksi mata yang berlarian dari tempat pembantaian mengatakan tembakan terjadi bahkan saat musik dimainkan dan pengunjung terus menari. Mateen terlibat baku tembak dengan seorang polisi yang bekerja paruh waktu di klub tersebut, kemudian keluar gedung dan masuk kembali dengan menyandera sejumlah orang selama kira-kira tiga jam.

Sebuah tim khusus senjata dan taktik (SWAT) polisi menyerbu klub itu dan Mateen tewas dalam baku tembak. Ronald Hopper dari FBI mengatakan Mateen menelpon 911 – saluran panggilan telepon darurat – di tengah drama penyanderaan.

Ia mengatakan telepon tersebut adalah "secara umum untuk ISIS" dan kini menjadi bukti penyelidikan FBI.

FBI telah menginterogasi Mateen tiga kali dalam waktu yang berbeda setelah ia diduga membual kepada rekan kerja bahwa ia memiliki hubungan dengan al-Qaida. FBI tidak dapat memverifikasi tuduhan itu dan mereka menutup penyelidikan tersebut.

Hopper juga mengatakan Mateen memiliki sedikit hubungan dengan pembom bunuh diri asal Amerika, Moner Abu Salha, yang tewas di Suriah.

Juga hari Minggu, polisi Los Angeles mengatakan mereka menangkap seorang laki-laki dengan mobil penuh senjata dan bahan peledak, yang bertujuan menyerang parade Gay Pride di kota itu. Tidak diketahui apakah ada kaitannya dengan penembakan di Orlando. [zb]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG