Tautan-tautan Akses

AS

Sedikitnya 50 Tewas dalam Penembakan di Klub Malam Gay


Walikota Orlando Buddy Dyer, tengah kanan, dan Kepala Polisi Orlando John Mina, tengah kiri, tiba di konferensi pers setelah penembakan fatal di sebuah klub malam di Orlando, Florida, 12 Juni 2016.

Walikota Orlando Buddy Dyer, tengah kanan, dan Kepala Polisi Orlando John Mina, tengah kiri, tiba di konferensi pers setelah penembakan fatal di sebuah klub malam di Orlando, Florida, 12 Juni 2016.

Seorang petugas FBI mengatakan penembakan massal tersebut diselidiki sebagai "aksi terorisme."

Seorang pria bersenjata melakukan penembakan massal dan menewaskan 50 orang di sebuah klub malam di Orlando, Florida, Minggu dini hari (12/6) dan melukai puluhan orang sebelum polisi datang mengepung klub malam tersebut, dan menembak mati pelaku serta menyelamatkan pengunjung yang terjebak di dalam klub tersebut.

Seorang petugas FBI mengatakan penembakan massal tersebut diselidiki sebagai "aksi terorisme."

Dalam konferensi pers, pemimpin Muslim di Florida, Imam Muhammad Musri meminta agar semua pemuka dan pemeluk agama mendoakan para korban dan keluarga mereka dan agar media tidak terburu-buru menyimpulkan atau memberitakan secara sensasional.

Di status laman Facebook klub tersebut pada jam 2 pagi waktu setempat menunjukkan penembakan tersebut masih berlangsung.

"Semuanya keluar dari pulse," tulis admin laman tersebut, "dan terus lari."

Tonton: Dari lokasi penembakan

FBI sedang menyelidiki kasus ini. Ketika ditanya apakah penembakan ini terkait dengan kelompok teroris Islam, Asisten Agen Khusus FBI Ronald Hopper mengatakan FBI mempunyai "petunjuk bahwa pelaku mungkin berhaluan ideologi tertentu."

Belum jelas kenapa klub tersebut menjadi target penembakan. Penembakan ini berlangsung di saat berbagai kota di seluruh dunia sedang merayakan Bulan LGBT atau LGBT Pride Month yang jatuh pada bulan Juni.

Gedung Putih mengeluarkan pernyataan yang memberi indikasi Presiden Barack Obama telah diberitahu oleh penasehat kontra-terorisme dan keamanan dalam-negeri dan telah meminta untuk terus diberi laporan terbaru secara teratur. Pernyataan itu mengatakan presiden telah memerintahkan pemerintah federal agar menyediakan bantuan yang dibutuhkan oleh para penyelidik. Pernyataan itu juga mengatakan, “pikiran dan doa kami bersama keluarga dan orang-orang yang dikasihi para korban.”

Penembakan massal ini berlangsung setelah tragedi penembakan yang terjadi malam sebelumnya di Orlando. Penyanyi Christina Grimmie yang baru berusia 22 tahun dan merupakan bintang YouTube dan peserta acara adu bakat TV "The Voice," ditembak mati oleh seorang pria ketika ia sedang bertemu dengan para penggemarnya setelah selesai tampil dalam konser di Orlando, Jumat malam (10/6). Pelakunya, Kevin James Loibl, 27, tak lama kemudian bunuh diri setelah berhasil ditangkap. [dw]

Christina Grimmie tampil di Center Stage Theater, Atlanta, membuka konser Rachel Platten pada 2 Maret 2016. Grimmie ditembak mati oleh seorang pria bersenjata ketika ia sedang bertemu dengan para penggemarnya setelah tampil di sebuah pertunjukkan Jumat malam (10/6).

Christina Grimmie tampil di Center Stage Theater, Atlanta, membuka konser Rachel Platten pada 2 Maret 2016. Grimmie ditembak mati oleh seorang pria bersenjata ketika ia sedang bertemu dengan para penggemarnya setelah tampil di sebuah pertunjukkan Jumat malam (10/6).

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG