Tautan-tautan Akses

AS

Obama: Penembakan di Orlando adalah Aksi Teror


Presiden AS Barack Obama memberikan komentar mengenai insiden penembakan di Orlando, pada Minggu (12/6) sore di Gedung Putih.

Presiden AS Barack Obama memberikan komentar mengenai insiden penembakan di Orlando, pada Minggu (12/6) sore di Gedung Putih.

Presiden AS Barack Obama Minggu sore (12/6) mengatakan penembakan massal adalah "peringatan serius" bahwa serangan terhadap setiap warga AS merupakan serangan terhadap seluruh rakyat Amerika.

Presiden Amerika Barack Obama yang berduka tapi tegas berdiri di podium Gedung Putih di ruang pemberian pengarahan pada Minggu (12/6) sore di Washington untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang tewas semalam dalam penembakan di sebuah klub malam di Orlando.

Ini adalah ke-15 kalinya ia harus berbicara kepada rakyat Amerika setelah penembakan massal selama masa jabatannya sebagai Presiden AS. Obama mengatakan pembantaian itu "menandai penembakan paling mematikan dalam sejarah Amerika."

Obama mengatakan ia diberitahu di Gedung Putih oleh Direktur FBI James Comey dan menambahkan: "Meskipun masih dalam penyelidikan awal, kita punya cukup informasi untuk mengatakan ini adalah aksi teror dan tindakan kebencian."

Presiden mengatakan "aksi teror atau aksi kebencian tidak akan mengubah siapa kita," tetapi ia menambahkan penembakan massal adalah "peringatan serius" bahwa serangan terhadap setiap warga Amerika merupakan serangan terhadap seluruh rakyat Amerika.

Obama menyatakan fakta kebrutalan penembakan dan penyanderaan dalam serangan terjadi di klub malam gay terkenal itu.

"Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi semua teman-teman kita - sesama warga Amerika - lesbian, gay, biseksual atau trangender. Penembak menarget sebuah klub malam di mana orang-orang datang untuk berkumpul dengan teman-teman, menari dan menyanyi, dan hidup seperti lainnya.Tempat di mana mereka diserang itu bukan sekedar sebuah klub malam - itu adalah tempat bersolidaritas dan pemberdayaan di mana orang-orang datang bersama-sama untuk meningkatkan kesadaran, mengungkapkan pendapat, dan membela hak-hak sipil mereka."

Laki-laki bersenjata yang bertanggung jawab atas pembunuhan sedikitnya 50 orang di klub malam di Orlando, Florida pada Minggu pagi itu telah diidentifikasi sebagai Omar Saddiqui Mateen, warga negara Amerika keturunan Afghanistan.

FBI mengatakan ia telah melakukan tindak pidana yang kini diselidiki sebagai "aksi terorisme."

Sebelumnya, Senator Bill Nelson dari Florida mengatakan para pejabat intelijen memberitahu bahwa penembak kemungkinan telah menyatakan dukungannya terhadap ISIS. Ia menambahkan para penyidik secara khusus memusatkan perhatian pada Fort Pierce dan St Lucie, Florida.

Mateen tinggal di sebuah kompleks apartemen di Fort Pierce, kira-kira190 kilometer dari Orlando. Polisi menyerbu klub malam itu, membunuh tersangka dan menyelamatkan para pengunjung klub yang terperangkap di dalam. 53 orang lainnya mengalami cedera.

Para bakal calon presiden juga bereaksi cepat terhadap insiden penembakan. Bakal capres dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengunggah pesan twitter: "Bangun pagi mendengar berita buruk dari Florida. Selagi kita menunggu informasi lebih lanjut, saya prihatin dengan orang-orang yang terkena dampak atas tindakan mengerikan ini."

Kemudian beberapa saat kemudian, pihak kampanye Hillary Clinton dan Gedung Putih mengumumkan menunda kampanye bagi penampilan bersama yang direncanakan dilakukan hari Rabu di negara bagian Wisconsin. Belum diumumkan tanggal penjadwalan ulangnya.

Bakal capres dari Partai Republik, Donald Trump, langsung menantang Presiden Obama, ia mengunggah pesan twitter: "Apakah Presiden Obama akhirnya akan menyebutkan kata-kata 'terorisme radikal Islam?' Jika tidak, ia harus segera mengundurkan diri tanpa hormat.!"

Beberapa pemimpin Republik dan anggota DPR AS telah berulang kali meminta Presiden Obama untuk menggunakan kata-kata "terorisme Islam" ketika berbicara tentang tindakan teroris yang terinspirasi oleh para pemimpin radikal Islam.

Gedung Putih mengatakan Presiden tidak ingin menodai agama yang dianut oleh jutaan orang yang tidak bersalah akibat tindakan keji yang dilakukan oleh segelintir orang. [zb]

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG