Tautan-tautan Akses

Obama Sebut Pemilu Birma “Tidak Bebas dan Tidak Adil”


Presiden Barack Obama saat menjawab pertanyaan mahasiswa di St. Xavier's College di Mumbai, India, Minggu 7 November 2010.
Presiden Barack Obama saat menjawab pertanyaan mahasiswa di St. Xavier's College di Mumbai, India, Minggu 7 November 2010.

Obama hari Minggu berbicara kepada mahasiswa India di Mumbai bahwa rakyat Birma sudah terlalu lama kehilangan haknya.

Pencoblosan suara sedang berlangsung di Birma dalam pemilu yang Presiden Amerika Barack Obama katakan sebagai proses “yang tidak bebas dan tidak adil”.

Obama pada saat berbicara kepada mahasiswa India di Mumbai hari Minggu mengatakan bahwa rakyat Birma sudah terlalu lama kehilangan hak untuk menentukan nasib mereka.

Para pengecam mengatakan pemilu pertama di Birma dalam dua dasawarsa itu dirancang untuk mempertahankan kedudukan militer.

Sementara pencoblosan berlangsung di Birma, Menteri Luar Negeri Amerika Hillary Clinton berbicara kepada mahasiswa di Melbourne, Australia, bahwa pemilu cacat itu menunjukkan berbagai pelanggaran oleh junta militer.

Partai oposisi utama memboikot pemilu hari Minggu itu karena apa yang menurut mereka sebagai peraturan yang tidak adil, tetapi partai pecahan dan sejumlah partai oposisi kecil tetap berpartisipasi dan masih mengharapkan perubahan.

Selanjutnya, Presiden Obama mengatakan hubungan antara India dan Amerika “tidak bisa dihilangkan” dalam membentuk abad ke-21. Menurut Obama, kemitraan antara kedua negara memiliki “potensi tak terbatas” untuk memperbaiki kehidupan rakyat India dan Amerika”.

Ia juga mengatakan hubungan antara Amerika dan India dapat berfungsi sebagai jangkar untuk keamanan, kesejahteraan dan kemajuan bagi Asia secara keseluruhan.

Obama berada di Mumbai pada hari kedua lawatan 10 hari ke Asia. Ia mengatakan Amerika dan India berbagi banyak nilai sama sebagai dua negara demokrasi terbesar di dunia.

Obama dijadwalkan bertemu Perdana Menteri India Manmohan Singh, dan mengatakan kedua pemimpin akan mengumumkan serangkaian kesepakatan yang berkisar dari kontra-terorisme sampai perubahan iklim.

XS
SM
MD
LG