Tautan-tautan Akses

Kuartet Timur Tengah Berupaya Hidupkan Kembali Proses Perdamaian


Juru runding utama Palestina, Saeb Erekat (tengah): Palestina siap membicarakan semua isu jika Israel membekukan semua pembangunan pemukiman di wilayah Palestina.

Juru runding utama Palestina, Saeb Erekat (tengah): Palestina siap membicarakan semua isu jika Israel membekukan semua pembangunan pemukiman di wilayah Palestina.

Kuartet mengadakan pembicaraan terpisah dengan pihak Israel dan Palestina, namun harapan adanya kemajuan tampaknya kecil.

Kuartet penengah perdamaian Timur Tengah (Amerika, Uni Eropa, PBB dan Rusia) berupaya menghidupkan kembali proses perdamaian yang macet antara Israel dan Palestina. Mereka hari Senin mengadakan pembicaraan terpisah dengan kedua pihak itu, tetapi harapan adanya kemajuan kecil saja.

Juru runding utama Palestina, Saeb Erekat, mengatakan setelah pertemuan bahwa Palestina siap membicarakan semua isu jika Israel membuktikan komitmennya dengan membekukan semua pembangunan pemukiman Israel di lahan yang akan dijadikan bagian dari negara Palestina di masa depan.

Palestina juga ingin Israel setuju untuk mendasarkan perbatasan negara mereka pada perbatasan sebelum Israel mencaplok Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur dalam perang tahun 1967.

Juru runding Israel Yitzak Molcho mengatakan pihaknya berniat berbicara dengan Palestina “kapanpun dan di manapun” tanpa persyaratan. Israel menuduh Palestina menambah lebih banyak tuntutan sebagai syarat kembali ke meja perundingan.

Juga hari Senin, kabinet Israel memutuskan untuk terus menahan uang pajak bernilai kira-kira 100 juta dollar milik Otorita Palestina. Israel menolak menyerahkan dana itu sejak 1 November, sehari setelah Palestina mendapat keanggotaan penuh dalam badan kebudayaan PBB, UNESCO, sebagai bagian dari upaya mereka mendapat status negara penuh.

XS
SM
MD
LG