Tautan-tautan Akses

Kofi Annan Mundur, Kekerasan di Suriah Terus Meningkat


Kofi Annan mengundurkan diri sebagai utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk perdamaian Suriah (foto: dok).

Kofi Annan mengundurkan diri sebagai utusan khusus PBB dan Liga Arab untuk perdamaian Suriah (foto: dok).

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan, Kofi Annan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai utusan PBB dan Liga Arab untuk perdamaian Suriah.

Pengumuman pengunduran diri Annan mulai akhir bulan ini disampaikan oleh Sekretaris-Jenderal PBB Ban Ki-moon. Ban, yang mengatakan ia membuat pengumuman itu dengan “penyesalan mendalam” menyampaikan terima kasih tak terhingga kepada Annan atas cara Annan menggunakan keterampilan dan prestasinya untuk menjalankan tugas tersulit ini. Sekjen Ban mengatakan ia kini berkonsultasi dengan Liga Arab mengenai pengangkatan segera seorang pengganti.

Annan, Sekjen PBB tahun 1997 sampai 2006 itu, ditunjuk sebagai utusan damai untuk Suriah pada bulan Februari. Ia menyiapkan rencana perdamaian enam pasal, di antaranya, mengimbau proses politik pimpinan Suriah untuk membahas aspirasi sah rakyat Suriah, dan juga gencatan senjata yang diawasi PBB. Namun rencana itu tidak pernah diterapkan sepenuhnya. Dalam konferensi pers di Jenewa, Annan mengatakan keprihatinan utamanya adalah kesejahteraan rakyat Suriah.

“Peningkatan militerisasi di lapangan dan tidak adanya persatuan yang jelas dalam Dewan Keamanan, mengubah secara mendasar keadaan untuk melaksanakan secara efektif peran saya. Namun pertumpahan darah terus berlanjut karena sikap keras kepala dan penolakan pemerintah Suriah seterusnya untuk menerapkan rencana enam pasal itu, dan juga karena meningkatnya kampanye militer pihak oposisi,” ujarnya.

Annan juga menyalahkan apa yang disebutnya tidak ada persatuan dalam komunitas internasional dan saling tuding di Dewan Kemanan PBB.

Rusia selama ini mengecam tajam upaya Barat untuk mengancam kemungkinan sanksi terhadap Suriah dan, dengan Tiongkok, telah memveto resolusi yang lebih keras di Dewan Kemanan. Wakil Rusia di PBB, Vitaly Churkin, mengatakan kepada wartawan di New York, ia menyesalkan pengunduran diri Annan.

“Ia masih sebulan lagi bertugas dan saya harap bulan ini akan digunakan sefektif mungkin di bawah situasi sesulit ini, untuk terus mengupayakan tujuan penyelesaian politik di Suriah dan menghentikan pertumpahan darah di negara itu,” ujar Churkin.

Duta Besar Perancis Gerard Araud, ketua Dewan Keamanan PBB untuk bulan Agustus, mengatakan dalam konferensi pers bahwa perbedaan pendapat di kalangan ke-15 anggota Dewan Keamanan itu sama besarnya seperti sebelumnya. Berbicara melalui penerjemah, ia memrediksi bentrokan bakal terjadi lagi manakala Dewan mempertimbangkan perpanjangan misi pengamat PBB di Suriah, yang mandatnya akan habis tanggal 19 Agustus.

Araud mengatakan, “Tidak akan ada kesepakatan. Saya rasa misi itu akan bubar saja tanggal 19 Agustus.Sudah cukup jelas sikap yang diambil pada tingkat tertinggi oleh sejumlah negara anggota di kedua pihak, berarti saya tidak melihat sebuah skenario kecuali jika ada perubahan di lapangan.”

Duta Besar Amerika untuk PBB, Susan Rice, berterima kasih kepada Annan atas jasanya, tetapi dalam sebuah pernyataan, mengatakan misi Annan tidak akan pernah berhasil selama rezim Assad terus mengingkari janjinya untuk menerapkan rencana enam pasal itu. Rice menambahkan ketika Rusia dan Tiongkok mengganjal upaya Dewan Keamanan PBB untuk memberikan konsekuensi signifikan bagi ketidakpatuhan, Rusia dan Tiongkok secara efektif membuat misi Annan mustahil berhasil.

Di Suriah, para pemberontak menggunakan sebuah tank hasil rebutan untuk membombardir sebuah pangkalan militer di kota Aleppo, Suriah Utara, sementara pasukan pemerintah menyerang kubu-kubu pertahanan pemberontak di kota tersebut dengan tank dan senjata artileri.

Kelompok oposisi Pengamat HAM Suriah mengatakan, aksi pembombardiran pasukan pemerintah mengakibatkan tujuh orang tewas. Kelompok yang berbasis di Inggris itu mengatakan, ponsel dan layanan internet secara bertahap dipulihkan di Aleppo setelah sebelumnya terputus pada hari Rabu,

Sementara itu, para aktivis mengatakan, serangan pasukan keamanan di Damaskus, Rabu, menewaskan puluhan orang. Media pemerintah Suriah mengatakan, operasi tersebut menarget teroris, sebuah rujukan untuk pemberontak.

Seorang jurubicara Pentagon mengatakan, Menteri Pertahanan Amerika Leon Panetta dan Raja Yordania Abdullah telah membahas apa yang ia sebut aksi rezim Suriah yang tidak dapat ditolerir dan prospek transisi politik di Suriah. Panetta berada di Yordania sebagai bagian dalam lawatan tur regionalnya.

Dalam perkembangan lain, Russia mengatakan, Kamis, negara itu tidak akan mendukung resolusi rancangan Arab Saudi mengenai Suriah yang akan diperdebatkan di Majelis Umum PBB.
XS
SM
MD
LG