Tautan-tautan Akses

Harga Rumah Merangkak Naik di Amerika

  • Mil Arcega

Meskipun suku bunga perbankan paling rendah dalam sejarah, pembangunan rumah-rumah baru di AS belum bisa mengimbangi permintaan yang naik (foto: dok).

Meskipun suku bunga perbankan paling rendah dalam sejarah, pembangunan rumah-rumah baru di AS belum bisa mengimbangi permintaan yang naik (foto: dok).

Laporan baru mengukuhkan harga rumah mulai naik di AS. Dari 20 kota utama dalam daftar harga rumah Standar &Poor/Case Schiller, 12 kota menunjukkan kenaikan dua digit pada bulan April dibandingkan tahun lalu.

Pakar industri mengatakan harga-harga akan terus naik karena persediaan rumah lebih sedikit tapi sebagian mengatakan kredit yang ketat dan naiknya suku bunga bisa menghambat pemulihan sektor perumahan ini.

Harga-harga rumah di Amerika naik lebih dari 12 persen sejak tahun lalu. Perkembangan itu baik bagi Amerika sebagai perekonomian terbesar dunia dan bisa membantu mengimbangi dampak buruk dari kenaikan pajak dan pemangkasan anggaran pemerintah.

Lawrence Yun pimpinan pakar ekonomi Asosiasi Realtor Nasional mengatakan, "Jika harga rumah naik, ini merupakan kabar baik bagi perekonomian karena banyak pemilik rumah, merasa lebih makmur dan lebih nyaman membelanjakan uang."

Harga-harga rumah naik karena sedikit rumah yang bisa dibeli. Tapi meskipun suku bunga perbankan AS berada paling rendah dalam sejarah, Yun mengatakan pembangunan rumah-rumah baru belum bisa mengimbangi.

"Ketersediaan kredit konstruksi saat ini masih sulit jadi pengembang rumah yang beroperasi tidak bergantung pada kredit konstruksi tapi beralih ke Wall Street dan menerbitkan surat-surat berharga, mereka adalah pengembang rumah besar, perusahaan-perusahaan yang terdaftar go publik dan bisa memperoleh dana dari Wall Street. Tapi banyak pengembang rumah yang lebih kecil bangkrut dan tidak bisa bersaing," tambah Yun.

Pasar perumahan yang berkesinambungan penting bagi kestabilan ekonomi global karena masalah yang dialami pasar Amerika sangat berpengaruh pada krisis keuangan dan resesi global.

Ken Simonson dari Asosiasi Nasional Perekonomian Usaha mengatakan pembeli kini berhati-hati.

"Saya kira ada sedikit perubahan pada prilaku calon pembeli rumah pertama. Mereka melihat apa yang terjadi satu dekade lalu di mana pembeli rumah yakin mereka bisa menjual rumahnya setiap saat tapi malah terperangkap di rumah mereka atau di usir dari rumah mereka dan itu benar-benar membuat orang berhati-hati dalam membeli rumah," urai Simonson.

Meskipun sebagian ekonom mengatakan persyaratan kredit dan naiknya suku bunga bisa menghambat kenaikan harga, para pengembang rumah lebih optimis.

Index kepercayaan Asosiasi Nasional Pengembang Rumah tinggi selama tujuh tahun. Asosiasi itu mengatakan itu berarti akan ada lebih banyak proyek konstruksi rumah dan lapangan kerja.
XS
SM
MD
LG