Tautan-tautan Akses

Eropa Serukan Pembebasan Seorang Estonia yang Dituduh Mata-Mata


Presiden Obama dan Presiden Estonia Toomas Hendrik Ilves pada upacara penyambutan di Istana Kadriorg di Tallinn, Estonia (3/9/2014). Khawatir akan akibat intervensi Rusia di Ukraina, Estonia mengharapkan dukungan Obama di negara itu, dimana dua dekade sebelumnya pernah diintervensi Rusia.

Presiden Obama dan Presiden Estonia Toomas Hendrik Ilves pada upacara penyambutan di Istana Kadriorg di Tallinn, Estonia (3/9/2014). Khawatir akan akibat intervensi Rusia di Ukraina, Estonia mengharapkan dukungan Obama di negara itu, dimana dua dekade sebelumnya pernah diintervensi Rusia.

Negara-negara di kawasan Skandinavia dan Baltik, serta Uni Eropa menuntut agar Rusia membebaskan seorang pejabat keamanan Estonia yang dituduh melakukan spionase.

Ketika bertemu di Tallinn hari Jumat dalam KTT kerjasama regional (NB8), para utusan menyatakan “keprihatinan mendalam” tentang apa yang disebut sebagai penculikan dan penangkapan Eston Kohver. Para menteri luar negeri dari Estonia, Denmark, Finlandia, Eslandia, Latvia, Lithuania, Norwegia, dan Swedia menyerukan pembebasan Kohver dan pemulangannya dengan aman ke Estonia.

Para menteri menegaskan kembali pernyataan Estonia bahwa Kohver diculik dan dibius di bawah todongan senjata serta dibawa melintasi perbatasan ke Rusia. Dia kini ditahan di penjara Moskow. Rusia mengatakan Kohver ditangkap di sisi perbatasan Rusia dengan Estonia.

Di Brussels, Uni Eropa hari Kamis mengatakan penculikan Kohver di wilayah Estonia itu “melawan hukum internasional dan prinsip perbatasan yang tidak dapat diganggu gugat.” Uni Eropa juga menyerukan pembebasan segera bagi Kohver.


Kohver dapat menghabiskan hingga 20 tahun penjara menurut hukum Rusia jika terbukti bersalah.

XS
SM
MD
LG