Tautan-tautan Akses

Aktivis China Diadili karena Minta Pejabat Ungkapkan Aset


Aktivis Liu Ping menunjukkan solidaritas terhadap pengacara hak-hak sipil yang tunanetra, Chen Guangcheng. (Foto: Dok)

Aktivis Liu Ping menunjukkan solidaritas terhadap pengacara hak-hak sipil yang tunanetra, Chen Guangcheng. (Foto: Dok)

Liu Ping, 49, ditangkap dan diadili karena menekan para pejabat pemerintah agar mengungkapkan aset mereka, sebagai bagian dari upaya menumpas korupsi.

Zhang Xuezhong, pakar hukum yang berbasis di Shanghai, mengatakan seorang aktivis terkemuka China akan diadili dalam beberapa hari mendatang setelah ditahan pada April lalu karena terlibat dalam gerakan hak-hak sipil baru.

Menurut pernyataan yang diterbitkan Zhang, pemeriksaan praperadilan dalam kasus terhadap Liu Ping, 49, itu akan diadakan di provinsi Jiangxi, China timur, mulai Jumat hingga Senin.

Polisi menangkap perempuan itu dan beberapa aktivis lainnya di kota Xinyu pada April karena berpartisipasi dalam kampanye Gerakan Warga Baru untuk menekan para pejabat Komunis agar mengungkapkan aset mereka, sebagai bagian dari upaya menumpas korupsi.

Liu akan diadili atas tiga dakwaan yakni berkumpul secara ilegal, mengganggu ketertiban umum dan bergabung dengan sebuah kelompok untuk merusak penegakan hukum. Ia semula menghadapi dakwaan yang lebih serius, subversi, yang kemudian dibatalkan.

Aktivis HAM China Hu Jia mengatakan kepada VOA bahwa peradilan Liu merupakan penindakan keras Partai Komunis terhadap Gerakan Warga Baru menjelang pertemuan tahunan penting partai berkuasa itu bulan depan.

Para pejabat belum berkomentar mengenai kasus Liu. Liu adalah mantan buruh pabrik yang kemudian terkenal karena mencalonkan diri sebagai kandidat independen dalam pemilihan lokal bagi Kongres Rakyat Nasional pada tahun 2011. Pencalonannya itu gagal.
XS
SM
MD
LG