Tautan-tautan Akses

Partai Komunis China Pecat Pengawas BUMN Terkait Korupsi


Jiang Jiemin, mantan pemimpin PetroChina Ltd, saat mengumumkan laporan perusahaan tersebut di Hong Kong, 19 Maret 2008 (Foto: dok). Pemerintah China memberhentikan Jiang Jiemin (57 tahun) dari jabatannya sebagai pimpinan komisi pengawasan dan pengaturan asset milik negara atas tuduhan korupsi, Selasa (3/9).

Jiang Jiemin, mantan pemimpin PetroChina Ltd, saat mengumumkan laporan perusahaan tersebut di Hong Kong, 19 Maret 2008 (Foto: dok). Pemerintah China memberhentikan Jiang Jiemin (57 tahun) dari jabatannya sebagai pimpinan komisi pengawasan dan pengaturan asset milik negara atas tuduhan korupsi, Selasa (3/9).

Pemerintah China memecat pimpinan Komisi Pengawasan dan Pengaturan Asset milik Negara, Jiang Jiemin terkait korupsi di perusahaan minyak terbesar di negara itu, PetroChina Ltd, Selasa (3/9).

Media pemerintah China mengatakan Partai Komunis telah memecat pimpinan komisi yang mengawasi perusahaan-perusahaan milik negara, hanya beberapa hari setelah mengumumkan ia sedang diselidiki pejabat terkait korupsi.

Kantor berita Xinhua mengatakan hari Selasa (3/9) Jiang Jiemin (57 tahun) diberhentikan sebagai pimpinan Komisi Pengawasan dan Pengaturan Asset milik Negara karena “dicurigai melakukan pelanggaran disiplin yang serius.” Di China, tuduhan tersebut hampir selalu berkaitan dengan kasus korupsi.

Hari Minggu, Xinhua mengatakan Jiang sedang diselidiki atas korupsi yang dituduhkan terkait dengan perusahaan minyak terbesar milik negara, PetroChina Ltd, yang pernah dipimpin oleh Jiang Jiemen.

Presiden Xi Jinping telah berjanji akan bersikap keras terhadap korupsi yang meluas dalam Partai Komunis. Sejauh ini menurut pemberitaan di CHina, penindakan korupsi era presiden Xi Jinping telah menjaring sebagian besar para pejabat rendah.

Namun, ada tanda-tanda partai mungkin sedang mengincar beberapa pejabat tinggi lainnya. Pekan lalu, beberapa laporan mengatakan Beijing telah membuka penyelidikan korupsi atas politisi pensiunan Zhou Yongkang, yang hingga tahun lalu merupakan salah seorang pejabat teras di negara itu.
XS
SM
MD
LG