Uni Afrika: Perlu Langkah "Agresif, Tegas" untuk Atasi Covid-19 di Afrika

Seorang rumah duka menyiapkan upacara pemakaman di tengah karantina wilayah nasional untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19) di Soweto, Afrika Selatan, 4 Agustus 2020. (Foto: Reuters)

Uni Afrika mengatakan perlu ada langkah "agresif dan tegas" guna mengatasi wabah Covid-19 di benua itu.

Lebih dari satu juta kasus virus corona telah dilaporkan di seluruh Afrika, Namun para pejabat seperti Richard Mihigo dari Organisasi Kesehatan Duni (World Health Organizatio/WHO) memperingatkan bahwa angka pastinya lebih besar, karena minimnya tes komprehensif di beberapa negara.

Mihigo mengatakan hal itu di ibu kota Kongo, Brazzaville, Jumat (7/8), bahwa angkat satu juta di Afrika itu merupakan "tonggak simbolis yang dilewati benua tersebut."

Meski para pakar mengatakan jumlah infeksi di negara-negara kaya juga kemungkinan jauh di atas jumlah yang dilaporkan, kasus-kasus yang tidak terdeteksi menimbulkan bahaya yang lebih besar di Afrika karena sistem layanan kesehatan yang kurang memadai di beberapa negara.

Di AS, di mana jumlah infeksi virus corona mendekati 5 juta, sekitar seperempat dari semua infeksi di seluruh dunia, sebuah laporan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Prevention and Disease Control/CDC) AS melaporkan kesenjangan rasial dalam krisis virus corona juga terjadi pada anak-anak.

Anak-anak Hispanik delapan kali lebih mungkin dirawat inap karena Covid-19 dibandingkan anak-anak berkulit putih. CDC dalam laporannya mengatakan sedangkan anak-anak berkulit hitam dirawat inap dengan tingkat lima kali lebih tinggi.

Warga berkulit hitam, keturunan Hispanik dan suku asli AS telah meninggal dunia dan dirawat inap pada tingkat yang jauh lebih tinggi. CDC mengatakan hal ini semakin memperjelas ketimpangan rasial dalam sistem layanan kesehatan AS. [vm/ft]

ReplyReply allForward