Trump Kunjungi Korban Penembakan Massal di Las Vegas

Presiden AS Donald Trump dan ibu negara Melania Trump bertemu para polisi Las Vegas yang pertama kali merespon laporan penembakan massal di Las Vegas, Rabu (4/10).

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengunjungi Las Vegas hari Rabu (4/10) waktu setempat, sementara para penyidik terus berusaha memahami mengapa seorang pria bersenjata menyerang sebuah festival musik dari kamar hotel yang tinggi, menewaskan sedikitnya 58 orang dan kemudian dirinya sendiri.

"Kita akan memberikan penghormatan dan untuk melihat polisi yang telah melakukan pekerjaan yang sangat fantastis dalam waktu yang sangat singkat," kata Trump saat meninggalkan Washington Rabu.

"Dan ya, mereka mengetahui lebih banyak lagi, dan itu akan diumumkan pada waktu yang tepat. Ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi saya, secara pribadi," katanya.

Trump bersama Ibu Negara Melania Trump, pertama-tama akan mengunjungi korban penembakan dan keluarga mereka, sebelum bertemu dan berbicara dengan para petugas tanggap pertama. Perjalanan presiden itu akan terbatas di Las Vegas mengingat investigasi sedang berlangsung, kata juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders kepada wartawan.

Pihak berwenang telah mengidentifikasi Stephen Paddock berusia 64 tahun sebagai orang yang melepaskan tembakan dari kamarnya di lantai 32 Mandalay Bay Resort and Casino. Selain yang tewas, lebih dari 500 orang luka-luka dalam serangan tersebut.

Trump menggambarkan penembak itu sebagai "orang sakit dan gila," dan mengatakan bahwa diskusi tentang peraturan senapan baru tidak untuk sekarang. [as]