Jerman Tuduh Rusia di Balik Pembunuhan Etnis Georgia

Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dalam KTT soal Libya di Berlin, 19 Januari 2020 lalu (foto: dok). Hubungan bilateral Jerman-Rusia mengalami ketegangan karena kasus pembunuhan di Berlin yang diduga diperintahkan Moskow.

Jaksa federal Jerman hari Kamis (18/6) menuntut seorang warga negara Rusia atas pembunuhan seorang pejuang Georgia tahun lalu di Berlin dan mengatakan Moskow memerintahkan pembunuhan itu. Perkembangan itu kemungkinan akan semakin memperburuk hubungan yang sudah tegang antara Berlin dan Kremlin, menurut para diplomat.

Pemerintah Jerman mengusir dua diplomat Rusia tahun lalu karena pembunuhan bulan Agustus lalu terhadap Zelimkhan “Tornike” Khangoshvili, etnis Georgia, yang ikut berperang melawan Rusia dalam Perang Chechnya Kedua dan Perang Rusia-Georgia 2008.

Kantor kejaksaan itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa pihaknya telah menuntut seorang Rusia berusia 49 tahun, yang diidentifikasi sebagai “Vadim K, atau dikenal sebagai Vadim S.” Dia menerima “perintah dari pemerintah untuk membunuh,” kata pernyataan itu, dengan harapan imbalan finansial atau karena dia juga berkeinginan “membunuh lawan politiknya.”

Tim jaksa mengatakan “otorita negara dari Pemerintah Pusat Federasi Rusia” memerintahkan pembunuhan itu “pada tanggal yang tidak diketahui sebelum 18 Juli 2019,” karena oposisi Khangoshvili terhadap Rusia. [lt/ii]