Tautan-tautan Akses

Yunani, Turki Saling Menyalahkan Atas Gagalnya Perundingan Siprus


Bendera Siprus dan Yunani berkibar bersebelahan denan Bendera Turki dan Siprus-Turki dekat zona penyangga yang berada di bawah kendali PBB di Nikosia, Siprus, 6 Juli 2017 (foto: REUTERS/Yiannis Kourtoglou)

Baik Yunani maupun Turki saling menyalahkan atas gagalnya perundingan damai Siprus terbaru yang oleh para diplomat dianggap sebagai kesempatan terbaik untuk menyatukan kembali pulau yang terbagi tersebut.

Seperti yang diduga, kedua belah pihak saling menyalahkan atas gagalnya perundingan damai Siprus terbaru yang oleh para diplomat dianggap sebagai kesempatan terbaik untuk menyatukan kembali pulau yang terbagi tersebut.

Presiden Siprus-Yunani, Nicos Anastasiades mengatakan hari Senin, sikap keras Turki untuk mempertahankan kehadiran pasukan Turki di belahan utara pulau itu menyebabkan perundingan gagal. Dia mengatakan Siprus harus benar-benar merdeka dan berdaulat, bebas dari "ketergantungan pada negara ketiga."

Presiden Siprus, Nicos Anastasiades berbicara pada konferensi pers yang disiarkan secara nasional di Istana Kepresidenan di ibukota Siprus, Nikosia yang terbagi dua pada tanggal 10 Juli 2017.
Presiden Siprus, Nicos Anastasiades berbicara pada konferensi pers yang disiarkan secara nasional di Istana Kepresidenan di ibukota Siprus, Nikosia yang terbagi dua pada tanggal 10 Juli 2017.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatakan, ini adalah "sikap negatif" pihak Siprus-Yunani dan mengatakan, Siprus-Turki membawa sebuah "pendekatan konstruktif" ke dalam perundingan.

Dia juga memperingatkan perusahaan yang berencana mencari minyak dan gas di lepas pantai Siprus di Laut Tengah, bahwa mereka berisiko "kehilangan teman seperti Turki" jika mereka meneruskan rencana mereka.

Eksplorasi minyak dan gas di lepas pantai Siprus merupakan salah satu isu utama yang mencegah perjanjian damai. Turki menegaskan bahwa setiap penemuan energi dimiliki oleh ke kedua masyarakat pulau itu.

Belahan Siprus-Yunani di selatan yang diakui secara internasional mengatakan, mereka memiliki kedaulatan atas perairan dan hak untuk memanfaatkannya.

Sekjen PBB, Antonio Guterres, dalam konferensi pers bersama pemimpin Siprus-Yunani, Nicos Anastasiades dan pemimpin Siprus Turki, Mustafa Akinci dalam pembicaraan Siprus, 12 Januari 2017 (UN Photo/Jean-Marc Ferré)
Sekjen PBB, Antonio Guterres, dalam konferensi pers bersama pemimpin Siprus-Yunani, Nicos Anastasiades dan pemimpin Siprus Turki, Mustafa Akinci dalam pembicaraan Siprus, 12 Januari 2017 (UN Photo/Jean-Marc Ferré)

Siprus telah terpecah antara Siprus-Yunani di selatan dan Siprus-Turki di utara sejak 1974. Pasukan Turki menyerang pulau itu dalam menanggapi kudeta oleh Nicosia untuk menyatukan pulau itu dengan Yunani.

Hanya Turki yang mengakui Siprus-Turki di utara sementara pihak Yunani menikmati manfaat dari keanggotaannya dalam Uni Eropa dan pengakuan global. [ps/al]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG