Tautan-tautan Akses

YouTube: Penghapusan Komentar China, 'Kesalahan' Tak Disengaja


Logo YouTube di gedung perkantoran layanan video itu di San Bruno, California, 3 April 2018.

YouTube menyatakan, Selasa (26/5), pihaknya sedang menyelidiki penghapusan sejumlah komentar kritis terhadap Partai Komunis China (PKC) dari layanan daring berbagi video itu. YouTube juga mengatakan penyaringan tersebut "kesalahan" yang tidak disengaja.

Sejumlah komentar dari layanan video sharing milik Google itu muncul setelah sebuah laporan media, The Verge, yang dipicu oleh beberapa keluhan dari pengusaha teknologi Palmer Luckey.

Luckey, pendiri kelompok realitas virtual Oculus yang saat ini bernaung dalam sebuah perusahaan teknologi pertahanan, pada Senin (25/5) melalui cuitan menyatakan "YouTube menghapus setiap komentar yang pernah saya buat terkait Wumao, sebuah divisi propaganda internet dari Partai Komunis China," dan menilai sensor tersebut merupakan sebuah kebijakan yang baru.

Pengguna Twitter lain menanggapi cuitan Luckey tersebut yang juga berpendapat komentar-komentar tentang PKC telah dihapus.

Beberapa komentar itu menarik perhatian Senator dari Partai Republik Ted Cruz, yang menyebut hal tersebut "sangat mengganggu."

"Mengapa Google atau YouTube menyensor warga Amerika atas nama PKC? Ini SALAH," sebut Cruz dalam cuitan lewat Twitter. "Perusahaan teknologi raksasa haus akan kekuasaan. Undang-undang Sherman melarang penyalahgunaan kekuasaan terkait monopoli. Departemen Kehakiman AS perlu menghentikan ini SEKARANG."

Cruz tampaknya merujuk pada beberapa komentar yang tidak berdasar dari Gedung Putih terkait sejumlah perusahaan teknologi besar yang bersikap bias terhadap kelompok konservatif dan harus dikenai hukuman atas pelanggaran terhadap ketentuan anti monopoli.

YouTube dalam sebuah pernyataan kepada AFP menjelaskan pihaknya tidak melakukan perubahan dalam kebijakan dan tindakan penyaringan tersebut dilakukan sekedar untuk menghapus "komentar yang bersifat spam, kebencian, atau melecehkan" dari jaringan YouTube.

"Ini tampaknya sebuah kesalahan dalam sistem pengawasan dan kami sedang menyelidikinya," kata seorang juru bicara YouTube mengenai keluhan tersebut.

"Para pengguna dapat melaporkan beberapa kesalahan teknis yang mungkin terjadi dan membantu produk kami menjadi lebih baik lagi."

Platform internet itu menyatakan lebih mengandalkan sistem otomatis selama pandemi virus corona karena beberapa pengawas yang melakukan review telah dirumahkan.

Pada Maret lalu, dinyatakan bahwa YouTube mengharapkan penghapusan konten yang lebih banyak yang dilakukan oleh mesin secara otomatis alih-alih moderator manusia. [mg/jm]

XS
SM
MD
LG