Tautan-tautan Akses

Yordania Cabut UU Kontroversial soal Perkosaan


Para aktivis perempuan melakukan protes menuntut pencabutan UU Perkosaan yang kontroversial dalam aksi di depan parlemen Yordania di Amman, Selasa (1/8).

Para legislator di Yordania telah memutuskan untuk mencabut undang-undang yang membatalkan dakwaan terhadap pemerkosa jika mereka bersedia menikahi korban mereka.

Para aktivis telah bertahun-tahun melobi pencabutan pasal 308, yang menyatakan dakwaan perkosaan dapat dibatalkan terhadap seorang lelaki yang menikahi korbannya dan tidak menceraikannya selama lima tahun berikutnya.

Hasil penghitungan suara dengan selisih tipis pada hari Selasa itu dipuji kelompok-kelompok HAM, yang mendesak negara-negara lain di Timur Tengah yang memiliki undang-undang serupa agar meniru langkah tersebut.

Beberapa jam sebelum pemungutan suara, Human Rights Watch melansir pernyataan yang menyebutkan pencabutan itu “akan menjadi langkah positif untuk memperkuat supremasi hukum dan mengakhiri impunitas bagi kekerasan terhadap perempuan.”

Organisasi itu juga mendesak Lebanon, yang parlemennya sedang mempertimbangkan pencabutan undang-undang yang mirip, untuk melakukan hal serupa.

Pemungutan suara di Yordania berlangsung sepekan setelah Tunisia membatalkan undang-undang semacam itu. [uh]

XS
SM
MD
LG