Tautan-tautan Akses

Yellen Prihatin Keringanan Utang Bisa Untungkan Pemberi Pinjaman China 


Mata uang kertas 100 yuan di sebuah mesin penghitung di sebuah bank di Beijing, China, 30 Maret 2016. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon/File)

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen, Selasa (8/6), mengatakan dia khawatir para pemberi pinjaman China bisa mendapatkan keuntungan dari inisiatif keringanan utang internasional yang ditujukan untuk negara-negara miskin.

Pada April, negara-negara G20, termasuk AS sepakat untuk memperpanjang hingga Desember moratorium pembayaran bunga pinjaman untuk negara-negara termiskin, di tengah kekhawatiran mereka akan tertinggal dalam pemulihan global dari pandemi virus corona.

Lembaga keuangan China adalah salah satu pemberi pinjaman teratas untuk negara-negara berpenghasilan rendah. Yellen kepada subkomite Alokasi DPR mengatakan ingin memastikan Keringanan yang diharapkan membantu negara-negara miskin untuk merevitalisasi ekonomi mereka setelah pandemi tidak berakhir di tangan China.

"Kita telah berbicara dengan China mengenai partisipasi mereka. Mereka telah berjanji untuk berpartisipasi sebagai mitra setara dalam kerangka utang ini," katanya kepada anggota DPR.

"Kita akan sangat prihatin melihat sumber daya yang disediakan untuk negara-negara ini digunakan untuk membayar utang China. Itu akan menggagalkan tujuan program tersebut," kata Yellen.

Dalam pendapat yang sudah disiapkan sebelumnya di hadapan komite itu, Yellen juga mendesak Kongres AS untuk mengalokasikan uang untuk langkah pengurangan utang, yang sedang dilaksanakan oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) dan Bank Dunia.

Dari 73 negara yang memenuhi syarat untuk keringanan utang, menurut Bank Dunia, 47 negara telah meminta untuk ikut dalam program ini dan diharapkan bisa menghemat $7,3 miliar dalam pembayaran utang antara awal tahun hingga 30 Juni. [my/pp]

Lihat komentar (1)

XS
SM
MD
LG