Tautan-tautan Akses

Yayasan di San Francisco Ajak Tanggung Jawab Jangka Panjang ke Masa Depan


The Long Now Foundation – sebuah yayasan yang berkantor di San Francisco, California – sedang membangun sebuah jam besar setinggi 150 meter (foto: dok).

Di Amerika, orang sering mengatakan, “Tiap orang bisa terkenal selama 15 menit”, atau bahkan performa saham keuangan yang hebatpun tidak bisa bertahan lama. Fokus pada hasil jangka pendek ini tidak selalu membangun keahlian yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah jangka pajang, seperti mengatasi wabah penyakit atau mempertahankan keragaman spesies. Keprihatinan tentang singkatnya perhatian orang telah mendorong beberapa orang yang punya gagasan tentang masa depan untuk menciptakan cara serius untuk berpikir tentang masa depan.

The Long Now Foundation – sebuah yayasan yang berkantor di San Francisco, California – sedang membangun sebuah jam besar setinggi 150 meter. Para perancang jam itu akan menempatkannya dalam sebuah gua, di pegunungan. Jam itu hanya akan berdetak sekali setiap tahun, berdentang sekali dalam seratus tahun, dan sekali dalam seribu tahun seekor burung mainan akan muncul dari dalam jam itu. Perancangnya mengatakan jam tersebut bisa bertahan sedikitnya 10 ribu tahun. Tetapi mereka tidak melakukannya untuk membuat jam yang lebih baik.

“Tujuan Long Now Foundation pada dasarnya adalah mendorong tanggung jawab jangka panjang dan berpikir tentang masa depan secara lebih dalam,” demikian pernyataan Alexander Rose, Direktur Eksekutif Long Now Foundation, yang mengatakan pembuatan penunjuk waktu berukuran sangat besar yang berdetak secara perlahan itu sebagai icon berpikir jangka panjang.

“Ada hal-hal tertentu seperti perubahan iklim, atau pendidikan, atau hal-hal yang hanya bisa diselesaikan dalam jangka waktu multi-generasi atau lebih panjang lagi. Jadi inisiatif Long Now adalah menunjukkan proyek-proyek dalam skala seperti itu,” imbuh Rose.

Proyek-proyek berskala jangka panjang itu mencakup upaya menyelamatkan musang berkaki hitam. Musang benua Amerika yang terancam punah itu rentan terhadap penyakit yang dikenal sebagai wabah. Proyek Long Now’s Revive & Restore menjajaki bagaimana memodifikasi DNA musang itu secara genetis supaya bisa melawan penyakit tersebut. Rose menambahkan Revive & Restore juga mencari cara untuk menghidupkan kembali mamut, hewan seperti gajah, yang berbulu itu.

“Dalam sejarah manusia, inilah baru pertama kali kita hampir bisa mengupayakan hal tersebut. Proyek ini telah menarik ilmuwan dan pakar ekologi dari bidang ilmu berbeda, untuk mencari tahu tidak hanya spesies apa yang bisa dihidupkan kembali, tetapi juga apa yang seharusnya kita lakukan untuk membantu lingkungan hidup ini,” ujarnya.

Bahasa-bahasa yang sudah tidak digunakan lagi adalah salah satu prioritas Long Now Foundation. Pada abad ini ada ribuan bahasa asli yang mungkin akan lenyap. . Salah satu diantaranya adalah bahasa yang digunakan suku asli Amerika – Arapaho – yang masih digunakan oleh William C’Hair, sesepuh di Komisi Kebudayaan dan Bahasa Arapaho Utara.

“Penting mempertahankan bahasa yang merupakan identitas kita,” kata C’Hair.

Long Now Foundation kini bermitra dengan pakar bahasa dan penutur asli untuk melestarikan bahasa-bahasa ini di dunia maya. Yayasan ini juga menciptakan “decoder rings” – yaitu piranti yang memungkinkan seseorang memecahkan kode 1000 bahasa yang berbeda. Setiap piringan yang seukuran telapak tangan dan terbuat dari nikel yang tahan lama, bisa menyimpan seribu bahasa dalam halaman-halaman miniaturnya. Direktur Arsip di Universitas Colorado Heather Ryan membantu apa yang disebut sebagai “Proyek Rosetta”. Ia mengatakan “Rosetta Disks” adalah eksperimen untuk berpikir dalam jangka panjang.

“Melihat hingga 10 ribu tahun ke masa depan, seseorang bisa menemukan dan mendapati fakta bahwa ada informasi yang terdapat dalam piringan itu. Kita bisa menemukan petunjuk tentang semua bahasa peradaban manusia dari zaman ke zaman,” kata Ryan.

Untuk menumbuhkan tanggungjawab jangka panjang itu, Long Now Foundation mensponsori pembicaraan dan podcast dengan para visionaris, seperti Dr. Larry Brilliant. Dokter dan pakar epidemiologi ini adalah mantan hippie yang kini menjadi filantropis, yang membantu WHO memberantas penyakit cacar.

Bagi mereka yang pesimistis dan mengatakan apa gunanya memikirkan apa yang akan terjadi 10 ribu tahun ke depan, ketika dunia mungkin tidak akan bertahan dalam 10 bulan ini, anggota Long Now Foundation punya jawabannya.

“Kita jadi bertanya-tanya, tapi juga harus memperhatikan dengan seksama tentang masa depan, atau akan terperangkap dalam masa kini saja. Kalau itu terjadi, kita tidak akan mendapatkan apapun,” ungkapnya.

Dengan membantu orang untuk peduli, bermimpi dan melakukan sesuatu, Long Now Foundation berupaya menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik dalam jangka panjang. [em/ii]

XS
SM
MD
LG