Tautan-tautan Akses

Wawancara Pangeran Harry-Meghan Banjir Komentar


Surat kabar Inggris pada 8 Maret 2021, menampilkan berita utama halaman depan tentang wawancara Meghan, Duchess of Sussex, istri Pangeran Harry Duke of Sussex, kepada Oprah Winfrey, yang disiarkan di stasiun penyiaran AS,CBS. (Foto: AFP)

Wawancara TV Pangeran Harry dan Meghan Markle menghebohkan orang di seluruh dunia pada hari Senin (8/3). Wawancara yang menampilkan klaim rasisme dan kebencian terhadap seorang perempuan yang bergulat dengan keinginan bunuh diri itu mengguncang institusi kerajaan yang berupaya untuk memodernisasi.

Dalam wawancara dua jam bersama Oprah Winfrey, Harry juga berbicara tentang hubungan yang putus, dengan ayahnya, Pangeran Charles dan saudara laki-lakinya, Pangeran William. Ia menjelaskan penyebab mendalam perpecahan keluarga tersebut. Hal ini menyebabkan pasangan tersebut melepaskan diri dari tugas kerajaan dan pindah ke California pada tahun lalu.

Istana belum menanggapi wawancara tersebut. Meghan menggambarkan perasaan di dalam keluarga kerajaan begitu terisolasi dan sengsara sehingga dia memiliki pikiran untuk bunuh diri, dan mengatakan anggota keluarga "khawatir" tentang warna kulit anaknya yang belum lahir.

Menurut Harry, anggota keluarga itu bukan Ratu Elizabeth II atau Pangeran Philip dan memicu spekulasi tentang siapa orang itu.

Pangeran Harry dan Meghan dari Inggris, Duchess of Sussex, diwawancarai oleh Oprah Winfrey dalam foto selebaran tak bertanggal. (Foto: Harpo Productions/Joe Pugliese via REUTERS)
Pangeran Harry dan Meghan dari Inggris, Duchess of Sussex, diwawancarai oleh Oprah Winfrey dalam foto selebaran tak bertanggal. (Foto: Harpo Productions/Joe Pugliese via REUTERS)

Para pemimpin di seluruh dunia bertanya-tanya tentang wawancara tersebut, dan warga negara lain juga memiliki banyak pendapat.

Di Accra, Ghana, seorang jurnalis Devinia Cudjoe mengatakan bahwa kekhawatiran anggota keluarga kerajaan terhadap warna anak mereka yang belum lahir akan menyinggung negara-negara persemakmuran Inggris, dan bekas koloninya yang dipimpin oleh sang ratu.

“Itu murni rasisme,” kata Cudjoe. “Persemakmuran seharusnya memupuk persatuan, kesatuan di antara orang kulit hitam, di antara orang kulit putih. Tetapi jika kita mendengar hal-hal seperti ini… Saya pikir itu keterlaluan. ”

Di Nairobi, Kenya, seorang akuntan bernama Rebecca Wangare menyebut Meghan sebagai "sosok wanita ikonik abad ke-21. Dia melawan rasisme secara langsung.”

Asma Sultan, seorang jurnalis di Karachi, Pakistan, mengatakan wawancara itu "akan menodai citra keluarga kerajaan."

“Ada begitu banyak kontroversi sejak kematian Diana, jadi ini adalah kotak Pandora baru yang terbuka,” katanya.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menolak mengomentari wawancara tersebut, memuji sang ratu tetapi mengatakan bahwa "ketika menyangkut masalah yang harus dilakukan dengan keluarga kerajaan, hal yang benar bagi seorang perdana menteri adalah tidak mengatakan apa-apa.”

Ketika ditanya apakah Presiden AS Joe Biden dan istrinya Jill menanggapi wawancara tersebut, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa keputusan Meghan untuk berbicara tentang perjuangannya dengan kesehatan mental "membutuhkan keberanian" dan "sesuatu yang diyakini oleh presiden."

Namun dia mengatakan dia tidak akan memberikan komentar tambahan tentang situasi "mengingat mereka adalah warga negara pribadi, yang berbagi cerita dan perjuangan mereka sendiri."

Mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan wawancara tersebut memperkuat argumennya untuk memutus hubungan konstitusional Australia dengan monarki Inggris. Turnbull bertemu dengan keduanya pada April 2018. Empat bulan lalu, dia digantikan oleh Perdana Menteri Scott Morrison dalam perebutan kekuasaan internal pemerintahan konservatif.

"Ini jelas keluarga yang tidak bahagia, atau setidaknya Meghan dan Harry tidak bahagia," kata Turnbull kepada Australian Broadcasting Corporation. “Setelah masa kepemimpinan Ratu berakhir, saatnya kita berkata: Oke, kita sudah melewati masa itu. Apakah kita benar-benar ingin siapapun yang jadi kepala negara Inggris, raja atau ratu Inggris, secara otomatis menjadi kepala negara kita?”

Pangeran Harry yang bergelar Duke of Sussex (kanan) dan istrinya, Meghan, Duchess of Sussex memeluk bayi laki-laki mereka, Archie Harrison Mountbatten-Windsor di Kastil Windsor dalam foto resmi upacara pembaptisan Archie, Sabtu, 6 Juli 2019. (Foto: Chris
Pangeran Harry yang bergelar Duke of Sussex (kanan) dan istrinya, Meghan, Duchess of Sussex memeluk bayi laki-laki mereka, Archie Harrison Mountbatten-Windsor di Kastil Windsor dalam foto resmi upacara pembaptisan Archie, Sabtu, 6 Juli 2019. (Foto: Chris

Kerajaan Inggris adalah kepala negara Australia. Turnbull memperjuangkan agar Australia memilih warga negaranya sendiri sebagai kepala negara Australia saat menjadi ketua Gerakan Republik Australia dari 1993 hingga 2000.

Berita wawancara tersebut dilaporkan di media resmi China, termasuk versi luar negeri dari "People's Daily", surat kabar utama Partai Komunis yang berkuasa, dan dibahas secara luas di platform media sosial populer Weibo.

Tuduhan ini sangat berbahaya, karena banyak pengamat berharap Harry dan Meghan, yang keturunan dua ras, dapat membantu monarki yang terbelenggu secara tradisional, menjadi relevan dengan bangsa Inggris yang rakyatnya makin beragam. Di awal pernikahan mereka, Harry dan Meghan bersama William dan istrinya Catherine menjadi anggota muda kerajaan yang glamor dan energik.

Kemitraan itu terputus ketika Harry dan Meghan meninggalkan Inggris, mengatakan mereka ingin mencari nafkah sendiri dan melarikan diri dari liputan media Inggris yang mereka sebut rasis dan mengganggu.

Namun wawancara tersebut juga mengkritik istana itu sendiri, dimana pasangan itu mengarahkan tuduhan rasisme pada anggota keluarga kerajaan yang tidak disebutkan namanya.

Meghan mengatakan ketika dia mengandung putranya Archie, Harry mengatakan kepadanya bahwa keluarga kerajaan “khawatir dan menyinggung tentang seberapa gelapnya kulit putranya saat lahir.”

Harry mengonfirmasi percakapan itu dan berkata: “Saya sedikit terkejut.” Dia berkata dia tidak akan mengungkapkan siapa yang mengeluarkan komentar itu. Oprah kemudian mengatakan Harry memberitahunya bahwa komentar itu bukan berasal dari Ratu Elizabeth II atau Pangeran Philip.

Meghan, 39, mengakui bahwa di masa-masa awal hubungannya dengan Harry, dia naif dan tidak siap menghadapi kehidupan kerajaan yang keras. Dia adalah seorang aktris yang sukses sebelum menikah, dia berkata bahwa dia tidak bisa menerima kekangan dan kendali bangsawan, tidak nyaman kalau dia harus mematuhi persyaratan yang ditetapkan oleh staf istana. Dia mengatakan bahwa ketika dia menghadapi serangan rasis dari media dan troll internet, staf menolak membantunya, yang membuat situasinya semakin buruk.

Situasinya menjadi sangat sulit sehingga pada satu titik, "Saya hanya tidak ingin hidup lagi," kata Meghan pada Oprah.

Namun Meghan mengatakan bahwa ketika dia meminta bantuan melalui departemen sumber daya manusia istana, dia diberitahu bahwa dia tidak dapat melakukan apa-apa karena dia bukan seorang karyawan.

Dampak wawancara - yang disiarkan pada Minggu (7/3) malam di Amerika Serikat dan disiarkan pada Senin (8/3) malam di Inggris - baru saja mulai dipahami. Emily Nash, editor kerajaan di Hello! Magazine mengatakan bahwa pengungkapan itu telah membuatnya dan banyak pemirsa lainnya "terkejut".

"Saya tidak melihat bagaimana istana dapat mengabaikan tuduhan ini, tuduhan ini sangat serius," katanya. “Ada tuduhan rasisme. Kemudian ada juga klaim bahwa Meghan tidak didukung, dan dia mencari pertolongan bahkan dari tim SDM kerajaan dan diberi tahu bahwa dia tidak dapat meminta bantuan.”

Anggota muda kerajaan Inggris menjadikan kampanye dukungan dan kesadaran seputar kesehatan mental sebagai salah satu prioritas mereka. Namun Harry mengatakan bahwa keluarga kerajaan tidak bisa memberikan dukungan seperti itu kepada anggotanya.

"Untuk keluarga, mereka sangat memiliki mentalitas 'Beginilah adanya, begitulah seharusnya, Anda tidak dapat mengubahnya, kita semua telah melewatinya,'" kata Harry.

Sebelum diwawancarai, pasangan itu menghadapi kritik keras di Inggris. Pangeran Philip yang berusia 99 tahun sedang menjalani operasi jantung di rumah sakit London dan sedang dalam masa pemulihan. Para kritikus percaya bahwa keputusan untuk tetap menayangkan wawancara ini menjadi beban bagi Ratu - meskipun yang menentukan jam tayang adalah CBS, bukan Harry dan Meghan.

Pangeran Inggris Harry (kanan) dan Pangeran Charles, Pangeran Wales, menyaksikan kunjungan ke Pemakaman Nek, di Gallipoli, Turki, 25 April 2015. (Foto: REUTERS/David Caird)
Pangeran Inggris Harry (kanan) dan Pangeran Charles, Pangeran Wales, menyaksikan kunjungan ke Pemakaman Nek, di Gallipoli, Turki, 25 April 2015. (Foto: REUTERS/David Caird)

Di Amerika Serikat, simpati untuk pasangan itu mengalir masuk. Bintang tenis Serena Williams, seorang teman yang menghadiri pernikahan Harry dan Meghan, mengatakan di Twitter bahwa kata-kata keluarga kerajaan "menggambarkan rasa sakit dan kekejaman yang dia alami."

"Dampak dari penindasan sistematis dan viktimisasi pada kesehatan mental sangat menghancurkan, membuat seseorang merasa terisolasi, dan seringkali fatal." tambah Williams.

Inggris bisa menjadi kejam setelah wawancara lengkap disiarkan karena beberapa orang melihat pasangan itu menempatkan kebahagiaan pribadi di atas jabatan publik.

Meghan - yang tadinya dikenal sebagai Meghan Markle, yang membintangi drama hukum TV Amerika "Suits" - menikah dengan Harry di Kastil Windsor pada Mei 2018.

Namun sepertinya itu bukan pernikahan mereka: pasangan itu mengungkapkan dalam wawancara tersebut bahwa mereka bertukar sumpah di depan Uskup Agung Justin Welby dari Canterbury tiga hari sebelum pernikahan besar-besaran mereka di kastil.

Archie lahir setahun setelah pernikahan mereka. Dalam wawancara itu, pasangan itu mengungkapkan bahwa anak kedua mereka yang akan lahir di musim panas ini adalah seorang perempuan.

Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Charles, Camilla, Duchess of Cornwall, Pangeran William dan Catherine, Duchess of Cambridge, Pangeran Harry dan Meghan, Duchess of Sussex menghadiri Commonwealth Service tahunan di Westminster Abbey di London, Inggris 9
Ratu Inggris Elizabeth II, Pangeran Charles, Camilla, Duchess of Cornwall, Pangeran William dan Catherine, Duchess of Cambridge, Pangeran Harry dan Meghan, Duchess of Sussex menghadiri Commonwealth Service tahunan di Westminster Abbey di London, Inggris 9

Harry mengatakan dia hidup dalam ketakutan akan terulangnya nasib ibunya, Putri Diana, yang terus-menerus diliput oleh pers dan meninggal dalam kecelakaan mobil di Paris pada 1997 saat dikejar paparazzi.

"Apa yang saya lihat adalah sejarah yang berulang, tetapi jauh lebih berbahaya karena ada faktor tambahan seperti rasisme dan media sosial," kata Harry.

Baik Meghan dan Harry memuji dukungan yang mereka terima dari kerajaan.

"Ratu selalu luar biasa baik padaku," kata Meghan.

Namun Harry mengungkapkan bahwa hubungannya saat ini dengan William tidak baik, dan hubungannya dengan ayahnya menjadi sangat buruk sehingga Pangeran Charles sempat tidak menerima telponnya.

"Ada banyak hal yang harus diperbaiki," kata Harry tentang ayahnya. "Saya sangat kecewa. Dia pernah mengalami hal serupa. Dia tahu seperti apa rasa sakit itu. Archie adalah cucunya. Saya akan selalu mencintainya, tapi sudah ada banyak kekecewaan." [na/ah]

XS
SM
MD
LG