Tautan-tautan Akses

AS

Warga Dunia Padati Pameran Komik Terbesar, San Diego Comic Con


Pengunjung memadati ajang tahunan Comic Con International 2018 (Dok: VOA)

Ajang Comic Con 2018 kembali diselenggarakan di kota San Diego, California dengan beragam pameran multimedia, termasuk komik, film, dan animasi. Reporter VOA, Dhania Iman dan Ronan Zakaria, melaporkan liputannya dalam artikel berikut ini.

Para pecinta komik dari berbagai belahan dunia kembali memadati ajang tahunan "Comic Con International" di San Diego, California, yang merupakan pameran komik terbesar yang mengangkat pop culture dunia dengan beragam hiburan, termasuk film, serial televisi, video game, pameran mainan dan action figure, dan acara diskusi serta temu muka dengan para pelaku komik dan insan perfilman dunia.

Aktor film "Rampage," Jason Liles di ajang Comic Con International 2018 (Dok: VOA)
Aktor film "Rampage," Jason Liles di ajang Comic Con International 2018 (Dok: VOA)

"Saya sangat senang bisa berada di sini dan banyak yang bisa dinikmati. Pamerannya sangat besar," kata aktor Jason Liles yang ikut bermain dalam film "Rampage."

VOA Executive Lounge: Comic Con (1)
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:04:36 0:00

Tahun ini adalah ajang Comic Con yang ke-27 yang diselenggarakan di San Diego Convention Center, namun secara total merupakan Comic Con yang ke-48. Tidak hanya ikut menikmati pameran di dalam gedung, warga Amerika, Jeanie, juga semangat untuk melihat pameran yang dilakukan di luar.

"Banyak sekali acaranya dan saya tidak sabar untuk melihat yang ada di luar, ingin mengikuti panel diskusi, dan saya juga menjadi sukarelawan di acara ini," ujarnya.

Pertama kali diselenggarakan tahun 1970, acara ini berhasil menarik perhatian sekitar 300 orang. Dalam beberapa tahun terakhir, tiket masuk untuk acara yang berlangsung selama empat hari ini berhasil terjual habis dengan jumlah sekitar 130 ribu.

Untuk mendapatkan tiket seharga 600-900 ribu rupiah per harinya ini juga tidak mudah. Setiap orang harus mendaftar untuk mengikuti undian gratis secara online melalui situs Web resmi Comic Con, lalu yang beruntung baru bisa mendapatkan kesempatan untuk membeli tiket masuk.

Pengunjung acara Comic Con International 2018, Imam Wibowo, dari Indonesia (Dok: VOA)
Pengunjung acara Comic Con International 2018, Imam Wibowo, dari Indonesia (Dok: VOA)

Setelah tiga kali gagal mendapatkan tiket masuk ke Comic Con di San Diego, tahun ini warga Indonesia, Imam Wibowo akhirnya bisa hadir di ajang yang bergengsi ini.

"Kalau ngomong soal Comic Con itu buat teman-teman yang penggemar apa into banget dengan pop culture, terutama mungkin dalam bentuk komik, atau pun bentuk karya-karya seni sepeti komik atau bentuk-bentuk superhero, ini adalah satu tempat yang wajib kita datangi. Karena ini adalah pusatnya dimana entertainment terutama pop culture berkumpul, dan jadi bucket list," ujar Imam Wibowo yang mengenakan kostum Superman saat ditemui oleh VOA.

Dulunya acara ini hanya fokus kepada pameran komik favorit dan juga film yang bertema fiksi ilmiah. Namun, kini Comic Con menghadirkan pameran multimedia yang banyak mengambil tema dari film serta serial televisi terkenal, seperti “Jack Ryan,” “Teenage Mutant Ninja Turtle,” “South Park,” “Aquaman,” “Star Wars,” dan masih banyak lagi.

Pengunjung Comic Con memakai kostum ke acara Comic Con di San Diego (Dok: VOA)
Pengunjung Comic Con memakai kostum ke acara Comic Con di San Diego (Dok: VOA)

​Para pengunjung yang hadir dari berbagai penjuru banyak yang menggunakan kostum dari karakter favorit mereka, antara lain Superman, Thor, Iron Man, Deathpool, the Incredibles, Mickey Mouse, Mary Poppins, Wolverine, Cat Woman, dan Cyclops.

Banyak diantara mereka yang adalah kolektor yang rela antre selama berjam-jam untuk membeli mainan-mainan seperti patung dan action figure superhero edisi khusus yang dikeluarkan di ajang Comic Con kali ini. Harganya pun tidak murah, yaitu sekitar 300 ribu hingga 9 juta rupiah, bahkan lebih.

Mainan action figure buruan para kolektor di San Diego Comic Con International (Dok: VOA)
Mainan action figure buruan para kolektor di San Diego Comic Con International (Dok: VOA)

James yang berasal dari San Jose California adalah seorang kolektor mainan-mainan action figure dari era 80-90an. Jumlah koleksinya sangat besar dan terpajang di garasi rumahnya. Di Comic Con ia membeli action figure gitaris Jimmy Hendrix dan karakter drakula untuk tambahan kokeksinya.

"Harganya lebih murah dibandingkan dengan mainan-mainan yang asli dari eranya. Sekarang mereka memproduksinya kembali dan harganya lebih terjangkau," kata James.

VOA Executive Lounge: Comic Con (2)
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:06:14 0:00

Bagi Imam, para kolektor seperti dirinya rela untuk membeli mainan untuk menambah koleksinya.

"Kalau untuk action figure atau pun statue-statue yang sangat unik, kayaknya kita rela deh. Kalau cinta pada sesuatu karakter, pasti you will do anything maksudnya even spend some value atau pun yang untuk mendapatkan sesuatu yang memang sangat di suka, tapi musti tahu diri juga sih, tahu batasan juga," papar Imam.

Yang tidak kalah menarik dari ajang yang bergengsi ini adalah keragaman etnis dan gender yang semakin terasa, dimana banyak artis dan pelaku komik yang hadir masing-masing memiliki latar belakang yang beragam.

Allen Ling, penuils komik "Genesis II" AS keturunan China saat pameran di Comic Con (Dok: 2018)
Allen Ling, penuils komik "Genesis II" AS keturunan China saat pameran di Comic Con (Dok: 2018)

Salah satunya Allen Ling, warga AS keturunan China, yang untuk pertama kalinya hadir di Comic Con sebagai penulis komik berjudul "Genesis II." Walaupun industri komik ini masih didominasi oleh kaum pria, ia sangat merasakan keragaman yang timbul di ajang yang satu ini, terutama dengan tercantumnya kata 'international' pada judul besar acaranya.

"Saya melihat lebih banyak keragaman dan banyak artis yang berasal dari berbagai negara namun tidak selalu dipertunjukkan di Comic Con. Kini Comic Con International sangat penting. Banyak orang yang datang dari negara-negara lain ke sini dan sepertinya Comic Con membuka satu hari spesial bagi para artis internasional untuk datang dan mendaftar lebih awal. Saya berharap ada lebih banyak keragaman di sini dan saya juga melihat para pengunjungnya juga beragam. Saya senang melihatnya," kata Allen Ling.

Aktor Jason Liles juga berpendapat hal yang sama ketika melihat keragaman yang kini semakin terlihat di Comic Con.

"Siapa pun seharusnya bisa melakukan apa pun yang mereka inginkan, apakah itu menghasilkan karya seni atau juga menjadi seorang penikmat seni," tambah aktor Jason Liles.

Pengunjung Comic Con memakai kostum ke acara Comic Con di San Diego (Dok: VOA)
Pengunjung Comic Con memakai kostum ke acara Comic Con di San Diego (Dok: VOA)

Ilustrator komik asal Indonesia, Alti Firmansyah, juga hadir di Comic Con untuk acara diskusi dengan pengunjung dan menandatangi komiknya. Komik yang berjudul "Goliath Girls" ini adalah kerja samanya dengan penulis Sam Humphrey. Saat ditemui oleh VOA di stand pamerannya, ia mengatakan sangat senang bisa berkesempatan hadir untuk pertama kalinya di acara sebesar Comic Con ini.

Ajang Comic Con dibuka secara resmi tanggal 18 dan ditutup tanggal 22 Juli. Dalam sebuah wawancara dengan televisi lokal, walikota setempat, Kevin Faulconer, mengatakan bahwa acara ini telah meningkatkan perekonomian kota San Diego hingga 135 juta dolar Amerika. Ia berencana untuk memperluas lahan San Diego Convention Center agar bisa memuat lebih banyak orang lagi. [di]

XS
SM
MD
LG