Tautan-tautan Akses

Warga Afghanistan Berduka dengan Kematian Dokter Jepang 


Warga Afghanistan menghadiri doa bersama untuk mengenang dr. Tetsu Nakamura, seorang pekerja kemanusiaan asal Jepang, di Kabul, Afghanistan, 5 Desember 2019.
Warga Afghanistan menghadiri doa bersama untuk mengenang dr. Tetsu Nakamura, seorang pekerja kemanusiaan asal Jepang, di Kabul, Afghanistan, 5 Desember 2019.

Dia datang ke Afghanistan sebagai dr. Tetsu Nakamura pada 1980-an untuk membantu merawat pasien kusta di Afghanistan, dan kamp-kamp pengungsi di Pakistan selama pendudukan Soviet di Afghanistan.

Jasadnya meninggalkan Afghanistan sebagai "Kaka Murad" atau Paman Murad, yang dipuja oleh jutaan orang Afghnistan, yang merasa berutang budi pada kerja kemanusiaannya selama tiga dasawarsa di negara yang dikoyak perang.

Pada Rabu (4/12), Nakamura sedang dalam perjalanan untuk bekerja dengan lima anggota organisasi bantuannya, Peace Japan Medical Services (PMS), ketika mobilnya diserang oleh orang-orang bersenjata tak dikenal di Jalalabad, Ibu Kota Provinsi Nangarhar timur.

Dia dan stafnya ditembak dan dibunuh. Nakamura sekarat karena lukanya dalam perjalanan ke Bagram Airfield, sebuah pangkalan militer AS di Afghanistan utara, kata pejabat setempat.

Pria berusia 73 tahun itu telah mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk bekerja di Afghanistan. Sebagai dokter, dia berusaha menyelamatkan nyawa. Kadang-kadang juga dia menjadi tukang batu yang membangun saluran air untuk orang-orang yang terkena dampak kekeringan.

Pada Oktober, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menganugerahkan Nakamura kewarganegaraan kehormatan Afghanistan, dan awal tahun ini penduduk Provinsi Nangarhar berkampanye di media sosial agar dia menjadi Wali Kota Kota Jalalabad. [ps/ft]

XS
SM
MD
LG