Tautan-tautan Akses

Wakil Presiden Amerika, Mike Pence membela kecaman Presiden Donald Trump terhadap seorang hakim federal yang memblokir perintah eksekutif yang melarang masuknya pengungsi dan warga dari tujuh negara mayoritas berpenduduk Muslim.

Berbicara dalam program “Meet the Press” NBC hari Minggu (5/2), Pence mengatakan Trump telah menunjukkan dirinya dengan cara yang “unik” dan warga Amerika menilainya sebagai sosok yang menyegarkan dan memahami pola pikir presiden.

“Putusan hakim dalam kasus itu yang menyangkut soal keputusan tentang kebijakan luar negeri dan keamanan nasional Amerika membuat presiden sangat frustrasi,” ujar Pence.

Setelah hakim federal itu memblokir untuk sementara waktu perintah eksekutif yang dikeluarkan Trump, presiden mengingatkan bahwa putusan itu “akan membuat banyak orang yang sangat berbahaya dan jahat masuk ke Amerika.”

“Apa negara kita siap ketika seorang hakim bisa mencegah larangan perjalanan Departemen Keamanan Dalam Negeri dan siapapun, dengan niat buruk sekali pun, bisa masuk ke Amerika,” cuit Trump melalui akun Twitter-nya.

Trump juga menyebut putusan hakim James Robart hari Jumat (3/2) sebagai hal yang “konyol” dan bertekad akan melawan putusan itu.

Tetapi hari Minggu (5/2) pagi pengadilan banding Amerika menolak permintaan pemerintah Trump untuk segera memberlakukan kembali larangan perjalanan yang dikeluarkan sebelumnya. The 9th US Circuit Court of Appeals di San Fransisco meminta pemerintah Trump dan negara bagian Washington untuk menyampaikan lebih banyak materi hari Senin (6/2). [em/jm]

XS
SM
MD
LG