Tautan-tautan Akses

Wanita Zimbabwe Diabadikan Jadi Patung Perunggu di New York


Tererai Trent adalah salah satu dari 10 "Patung Untuk Kesetaraan" yang diciptakan oleh pematung Gillie dan Marc Schattner. (Foto: VOA/Marvelous Nyahuye)
Tererai Trent adalah salah satu dari 10 "Patung Untuk Kesetaraan" yang diciptakan oleh pematung Gillie dan Marc Schattner. (Foto: VOA/Marvelous Nyahuye)

Tererai Trent muncul dalam acara Oprah Winfrey Show pada tahun 2009 dengan mengilhami dunia dengan kisahnya menghadapi hambatan besar untuk mengejar impiannya dalam bidang pendidikan. Belum lama ini ia diabadikan bersama Winfrey dalam bentuk patung perunggu di New York City. Ia adalah satu-satunya perempuan Amerika keturunan Afrika yang telah menerima kehormatan itu.

Tokoh pendidik dan kemanusiaan Zimbabwe itu diabadikan dalam satu dari 10 "Patung Untuk Kesetaraan" yang diciptakan oleh pemahat Gillie dan Marc Schattner. Patung Trent digambarkan dengan tangan diangkat tinggi, dikelilingi bunga lili, bunga nasional negaranya.

“Dengan menggambarkan wanita ini dalam patung yang lebih besar dari ukuran sebenarnya akan membantu mengubah pandangan masyarakat kita. Sebuah perubahan yang akan meningkatkan kehidupan perempuan di seluruh dunia. Perubahan yang dapat memicu kesetaraan gender dalam karir, industri, dan rumah tangga,” kata Gillie Schattner dalam upacara peresmian patung itu.

Patung Tererai Trent. (Foto: VOA)
Patung Tererai Trent. (Foto: VOA)

“Saya berasal dari tempat yang sangat miskin, dan saya dibesarkan dengan sangat miskin. Saya melahirkan empat bayi sebelum saya berusia 18 tahun. Karena kekuatan impian saya, maka saya bisa merayakan hari ini,” kata Trent.

"Dan berpikir saya diabadikan dalam sebuah patung di New York, kota paling terkenal di dunia? Tidak bisa dipercaya. Bahkan nenek dan ibu saya tidak pernah memimpikan hal itu," lanjutnya.

Trent dibesarkan di sebuah desa dan tidak mendapat pendidikan karena dia seorang perempuan, seperti ibu dan neneknya pada masa itu.Ia diam-diam belajar membaca dari buku-buku saudara laki-lakinya. Tetapi ia dinikahkan ketika berusia 11 tahun dengan seorang laki-laki yang kasar.

Namun Trent tidak membiarkan impiannya mati. Dia pindah ke Amerika dan mengejar gelar sarjana, akhirnya mendapat gelar Ph.D, setelah berupaya selama 20 tahun. Dia mengajar kesehatan global di Drexel University dan kini mengelola Tererai Trent International Foundation, yang berfokus pada penyediaan pendidikan untuk anak-anak di pedesaan Zimbabwe. Dia adalah pembicara dan penulis publik yang populer.

"Kalau seorang perempuan dibungkam, sebagian dari kami merasa dibungkam," kata Trent. "Tetapi ketika perempuan maju dan diakui di tempat-tempat umum, kami semua memperoleh kebahagiaan karena mengetahui bahwa kami setara dengan pria."

Anesu Munengwa, manajer program Yayasan Tererai Trent di Zimbabwe mengatakan, Trent tidak merasa terganggu oleh ketenaran itu.

"Dia melakukan apa pun dengan diam-diam. Kita harus mengingatkan orang tentang pekerjaan yang diakukannya dan bagaimana hal itu mempengaruhi masyarakat tempat dia berasal," katanya.

Kisah Trent mengilhami orang-orang di seluruh dunia. Oprah Winfrey mengumumkan dia akan menyumbang AS$ 1,5 juta untuk membantu Trent membangun sekolah. Hingga sekarang, mereka telah membangun 12 sekolah di pedesaan Zimbabwe dan membantu 38 ribu anak mendapat pendidikan. Sebagian dari mereka sekarang kuliah di universitas.

Teman Trent selama lebih dari 35 tahun, Beatrice Nyamweda, datang dari Zimbabwe untuk menghadiri peresmian patung tersebut. Dia mengatakan, dampak Trent dirasakan di kampung halamannya, di komunitas di mana ada kesenjangan dalam memperoleh kesempatan.

Murid berdiri di luar ruang kelas di sekolah negeri di ibu kota Harare, Zimbabwe, 5 Februari 2019. (Foto: Reuters / Philimon Bulawayo)
Murid berdiri di luar ruang kelas di sekolah negeri di ibu kota Harare, Zimbabwe, 5 Februari 2019. (Foto: Reuters / Philimon Bulawayo)

“Ada 10 anak perempuan yang sekolah dan mulai belajar di universitas sekarang. Dia telah mengubah kehidupan anak-anak yang cerdas ini tetapi kekurangan sumber daya. Saya bangga dengannya,” kata Nyamweda, berbicara dalam bahasa aslinya, Shona.

Dalam upacara peresmian patung, Trent mengatakan kegembiraan terbesarnya adalah membagikan kesempatan yang ia terima kepada orang lain. Dia menambahkan, dia dengan sadar membuat sebuah keputusan untuk mengakhiri lingkaran kemiskinan dan penindasan yang telah melumpuhkan perempuan di keluarganya selama beberapa generasi.

“Nenek saya mengatakan, ketika ia dilahirkan, ia memegang tongkat ini. Saya menyebutnya tongkat kemiskinan, tongkat pernikahan awal,” kata Trent.

“Jadi sebagai wanita dan individu, kami punya pilihan untuk mengatakan saya ingin meneruskan dan memberikan tongkat estafet yang jelek ini, atau apakah saya ingin mencerminkan kehidupan saya sendiri dan bertanya, tongkat apa yang ingin saya teruskan? Saya memutuskan untuk meneruskan tongkat pendidikan," paparnya. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG