Tautan-tautan Akses

Tidak akan ada yang menang dalam konflik antara China dan Amerika, demikian dikatakan Menteri Luar Negeri China Wang Yi hari Selasa (7/2). Ia berusaha meredam ketegangan antara kedua negara yang merebak setelah Donald Trump terpilih menjadi presiden Amerika.

Hubungan antara China dan Amerika memburuk setelah Trump membuat kesal China Desember lalu dengan menjawab telepon dari Presiden Taiwan Tsai Ing-wen dan mengancam menerapkan cukai terhadap barang-barang impor dari China. China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang membelot, dan tidak berhak mempunyai hubungan diplomatik resmi dengan negara lain. Tetapi China berkomitmen pada perdamaian, ujar Wang, setelah bertemu Menteri Luar Negeri Australia Julia Bishop.

Sementara berupaya meredakan ketegangan, Wang mendesak para pemimpin dunia agar menolak proteksionisme, yang didukung Trump dengan rencana ekonominya "Mengutamakan Amerika."

"Penting untuk berkomitmen kuat pada ekonomi dunia yang terbuka," tambah Wang.

Sementara kebijakan perdagangan Trump memicu kekhawatiran bahwa Amerika sedang memasuki masa proteksionisme ekonomi, China sebelumnya menuduh Australia menerapkan praktek serupa dengan menghalangi penjualan aset-aset besar kepada perusahaan atau warga China.

Menlu Bishop mendesak China agar mempertimbangkan untuk bergabung dengan pakta perdagangan pan-Pasifik yang ditinggalkan Trump bulan lalu, karena ia lebih menyukai hubungan perdagangan bilateral. [ka/ds]

XS
SM
MD
LG