Wakil Perdana Menteri Jepang, Taro Aso, menarik kembali ucapannya yang menyarankan agar Tokyo menarik pelajaran dari Nazi Jerman, dalam mengamandemen undang-undang dasar "pacifist" yang melarang negara Asia itu berperang.
Taro Aso mengatakan “sangat disesalkan” bahwa ucapannya “telah menimbulkan salah pengertian” dan memberi jaminan kepada wartawan bahwa ia mempunyai “pandangan yang sangat negatif” terkait pemerintah Nazi itu, hari Kamis (1/8).
Aso, yang juga menteri keuangan, mengatakan dalam pidatonya hari Senin, bahwa Jepang dapat belajar dari siasat Nazi tersebut, yang menurutnya dapat mengubah undang-undang dasar Jerman “sebelum ada yang mengetahuinya.”
Ucapan itu dikecam luas oleh negara-negara tetangga Jepang dan beberapa organisasi hak azasi manusia.
Taro Aso mengatakan “sangat disesalkan” bahwa ucapannya “telah menimbulkan salah pengertian” dan memberi jaminan kepada wartawan bahwa ia mempunyai “pandangan yang sangat negatif” terkait pemerintah Nazi itu, hari Kamis (1/8).
Aso, yang juga menteri keuangan, mengatakan dalam pidatonya hari Senin, bahwa Jepang dapat belajar dari siasat Nazi tersebut, yang menurutnya dapat mengubah undang-undang dasar Jerman “sebelum ada yang mengetahuinya.”
Ucapan itu dikecam luas oleh negara-negara tetangga Jepang dan beberapa organisasi hak azasi manusia.