Tautan-tautan Akses

Vonis atas Pejabat Bank Turki Ancam Hubungan Turki-AS


Mehmet Hakan Atilla, bankir Turki yang divonis bersalah di Amerika (foto: dok).

Ankara mengecam vonis terhadap Mehmet Hakan Atilla, seorang bankir Turki di Amerika karena telah melanggar sanksi Amerika terhadap Iran.

"Ini adalah vonis memalukan dari sebuah kasus buruk," kata juru bicara kepresidenan Turki İbrahim Kalin kepada wartawan di istana kepresidenan.

"Tidak adil dan disayangkan," kata kementrian luar negeri Turki dalam pernyataan dan menambahkan, "bukti-buktinya (di pengadilan) palsu dan merupakan eksploitasi politik."

Mahir Unal, juru bicara Partai AKP yang berkuasa di Turki, menyalahkan Amerika.

"Tujuan kasus di Amerika ini adalah mencampuri urusan dalam negeri Turki, kasus ini adalah pelanggaran hukum internasional dan bencana hukum. Jelas keputusan ini tidak memenuhi syarat ," bunyi cuitan Unal.

Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang sebelumnya paling vokal mengecam kasus itu, masih belum berkomentar terhadap vonis itu.

Kebungkaman Erdogan punya makna sendiri, kata konsultan politik Atilla Yesilada dari Global Source Partner.

"Erdogan diberi petunjuk yang salah oleh penasihatnya, yang mengatakan kepadanya bahwa Mr. [Hakan] Atilla akan dibebaskan. Kini ia paham jika Amerika benar-benar berniat untuk menendang Turki, Amerika sudah punya alasan tepat untuk melakukannya. Saya yakin akan ada kontak tingkat tinggi dengan Amerika mengenai bagaimana melenyapkan kasus ini," kata Yesilada.

Hari Rabu, Mehmet Hakan Atilla, yang memimpin bank internasional, Halkbank milik Turki, dijatuhi hukuman pidana oleh pengadilan New York atas 5 dari 6 tuduhan, melanggar sanksi Amerika terhadap Iran.

Dengan jaksa menyajikan bukti beberapa bank Turki secara ekstensif terlibat dalam pencucian uang untuk menghindari sanksi Iran, para analis memperingatkan kini pintu terbuka bagi kemungkinan sanksi keuangan yang lebih luas.

Sanksi itu berkisar mulai dari denda pada bank-bank Turki hingga pembatasan terhadap bank Turki untuk meminjam dari pasar keuangan Amerika. Turki meminjam rata-rata sekitar 16 miliar dolar per bulan untuk mempertahankan pinjaman yang ada dan memenuhi kewajiban finansialnya.[my/jm]

XS
SM
MD
LG