Tautan-tautan Akses

AS

Virginia Menambah Daftar Negara Bagian Peringati 'Hari Masyarakat Adat' 


Hari Masyarakat Adat dimulai dengan perayaan matahari terbit di pusat Kota Los Angeles setelah Dewan Kota Los Angeles menetapkan Senin kedua pada setiap Oktober sebagai Hari Masyarakat Adat, menggantikan Hari Columbus, di Los Angeles, California, 8 Oktobe

Negara bagian Virginia, Senin (12/10), menyatakan "Hari Masyarakat Adat"dan menambah daftar negara bagian yang menghormati Penduduk Asli Amerika pada hari libur federal yang didedikasikan untuk Christopher Columbus.

"Sebagai sebuah negara bagian dan persemakmuran, kita kerap gagal memenuhi komitmen terhadap mereka yang merupakan pengelola pertama dari tanah yang sekarang kami sebut Virginia, dan akibatnya mereka telah mengalami ketidak adilan sejarah," kata Gubernur Ralph Northam dalam sebuah pernyataan.

Tahun lalu, Maine, New Mexico, dan Vermont secara resmi memperingati Hari Masyarakat Adat, bergabung dengan Alaska, Hawaii, Oregon, dan South Dakota. Iowa, Louisiana, Michigan, Minnesota, North Carolina, Wisconsin, dan District of Columbia dalam menghormati Hari Masyarakat Adat di Hari Columbus.

Hari Columbus telah menjadi hari libur federal sejak 1937, untuk memperingati “ditemukannya” Amerika yang sudah dihuni oleh Penduduk Asli Amerika oleh penjelajah Italia Christopher Columbus.

Pada 1977, delegasi Bangsa Pribumi mempresentasikan resolusi pada Konferensi Internasional tentang Diskriminasi terhadap Penduduk Pribumi di Amerika yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Resolusi ini membuka jalan bagi kota dan negara bagian untuk memperingati Hari Masyarakat Adat.

"Dengan mendedikasikan hari ini untuk kekuatan dan kegigihan masyarakat adat, kita mengecam mereka yang telah mencoba menghapus kita, dan membangun kekuatan melalui pemahaman," tulis Deb Haaland, perempuan Pribumi pertama yang menjabat di DPR AS, di Twitter, Senin (12/10).

Selain untuk menghormati kehidupan Pribumi, para pendukung Hari Masyarakat Adat mengutip kejahatan yang dilakukan oleh Columbus terhadap masyarakat Pribumi sebagai alasan untuk mengubah sifat hari libur.

"Setelah 50 tahun 'Columbus menemukan Amerika,' 2,86 juta dari 3 juta suku Taino yang diperkirakan tinggal di pulau yang sekarang bernama Hispaniola telah meninggal - 95 persen dari populasi," tulis Rebecca Nagle, penulis dan aktivis suku Cherokee, di Twitter Senin.

Gedung Putih, Senin (12/10), merilis pernyataan untuk memperingati Hari Columbus, mencela "aktivis radikal" karena "berusaha merusak" warisan Columbus.

“Para ekstremis ini berusaha untuk mengubah diskusi mengenai kontribusi Columbus yang besar dengan membahas sejumlah kegagalan, penemuannya dengan kekejaman, dan pencapaiannya dengan melakukan pelanggaran,” bunyi pernyataan itu. [my/pp]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG