Tautan-tautan Akses

Viktor Bout, Sang “Merchant of Death,” Jadi Bagian dari Kesepakatan Pertukaran Tahanan AS-Rusia


Viktor Bout, yang dikenal sebagai pedagang senjata asal Rusia, digiring oleh sejumlah petugas polisi di sebuah gedung pengadilan di Bangkok, pada 5 Oktober 2010. (Foto: Reuters/Sukree Sukplang)

Pedagang senjata asal Rusia Viktor Bout, yang pada Kamis (8/12) menjadi bagian dari pertukaran tahanan antara Amerika Serikat dan Rusia, dikenal luas di dunia sebagai “Merchant of Death” atau “Pedagang Maut” karena telah memicu sejumlah konflik terburuk di dunia. Namun di Rusia, Bout dipandang sebagai pengusaha petualang yang dipenjara secara tidak adil setelah operasi penangkapan yang dilakukan AS secara agresif.

Bout menjadi bagian dari pertukaran tahanan antara AS dan Rusia di mana ia ditukar dengan ditukar dengan bintang bola basket perempuan AS Brittney Griner.

Film yang dibintangi oleh Nicolas Cage tahun 2005 “Lord of War” dibuat berdasarkan kisah hidup Bout, yang merupakan seorang mantan perwira Angkatan Udara Uni Soviet yang konon mendapat ketenaran karena memasok senjata untuk perang saudara di sejumlah wilayah seperti Amerika Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.

Kliennya mencakup Charles Taylor di Liberia, pemimpin Libya Moammar Gadhafi dan dua pihak yang berseteru dalam perang saudara di Angola.

Amerika Serikat dan Rusia, pada Kamis, mengumumkan pertukaran tahanan antara Griner dengan Bout.

Selama bertahun-tahun Rusia telah mendesak pembebasan Bout dan ketika muncul spekulasi tentang kesepakatan semacam itu, majelis tinggi parlemen memamerkan lukisan-lukisan yang dibuat Bout di penjara, yang subjeknya berkisar dari diktator Uni Soviet Josef Stalin hingga anak kucing.

Pameran seni itu menggarisbawahi kerumitan kepribadian Bout. Meski berkecimpung dalam bisnis senjata api, laki-laki berusia 55 tahun itu adalah seorang vegetarian dan penggemar musik klasik yang konon dapat berbicara dalam enam bahasa.

Berbicara pada Associated Press pada bulan Juli lalu saat prospek pembebasan Bout meningkat, mantan hakim federal AS Shira A. Scheindlin, yang menjatuhkan hukuman terhadapnya pada tahun 2011, menilai hukuman 11 tahun penjara yang telah dijalaninya cukup memadai.

Brittney Griner sendiri ditangkap di bandara Sheremetyevo Moskow pada Februari lalu setelah aparat berwenang menemukan tabung vape yang berisi minyak ganja. Pada bulan Agustus lalu ia dihukum sembilan tahun penjara. Amerika Serikat memprotes hukuman itu sebagai hal yang tidak proporsional.

Banyak pengamat menilai menukar Griner yang dipenjara karena kedapatan membawa narkoba dalam jumlah kecil dengan seorang pedagang senjata merupakan kesepakatan yang buruk. [em/jm]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG