Selama bertahun-tahun, keluarga Siyam berpegang teguh pada harapan bahwa suatu hari mereka akan dipersatukan kembali dengan putra mereka Wassim, yang mereka yakini ditahan dalam penjara pemerintah Suriah. Wassim hilang hampir 10 tahun lalu di satu pos pemeriksaan.
Harapan itu menguap begitu mereka melihatnya dalam video yang baru dibocorkan. Wassim termasuk di antara puluhan pria yang matanya ditutup dan diikat, kemudian satu demi satu, ditembak dan dilemparkan ke parit oleh agen keamanan Suriah.
Video itu memicu gelombang kesedihan dan ketakutan yang melanda keluarga puluhan ribu warga Suriah yang hilang dalam perang saudara yang berlangsung lama di negara mereka. Setelah video itu beredar online, ribuan orang menontonnya untuk mencari jejak kerabat yang hilang.
Video itu bertanggal 16 April 2013, dua hari setelah Wassim, yang kini usia 39 tahun, ayah dua anak, menghilang di satu pos pemeriksaan dekat kamp pengungsi Palestina di Yarmouk di pinggiran Damaskus.
Menurut Syrian Network for Human Rights (Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah), 102.207 orang masih hilang, lebih dari 11 tahun sejak konflik Suriah dimulai.
Beberapa hari setelah video yang menunjukkan pembunuhan itu terungkap, Presiden Suriah Bashar al-Assad mengeluarkan amnesti bagi ratusan tahanan. Keluarga berbondong-bondong ke alun-alun Damaskus, memegang foto kerabat yang hilang dan memohon informasi, menurut video di media propemerintah. [ka/ab]