Tautan-tautan Akses

Video Cara Cuci Tangan Cegah Virus Corona Viral di TikTok


dr. Dianty Suraya, dr. Abi Noya, dr. Claudia Dadlani, dan dr. Gloria Ate dari Alodokter sedang membuat video TikTok mengenai cara cuci tangan sesuai panduan WHO. (Foto: dr. Abi Noya)
dr. Dianty Suraya, dr. Abi Noya, dr. Claudia Dadlani, dan dr. Gloria Ate dari Alodokter sedang membuat video TikTok mengenai cara cuci tangan sesuai panduan WHO. (Foto: dr. Abi Noya)

Sebuah video pendek yang memperlihatkan beberapa dokter melakukan gerakan cuci tangan, viral di media sosial, di tengah merebaknya virus corona.

Video itu pertama kali diunggah di aplikasi TikTok. Aplikasi hiburan yang biasanya berisi orang berjoget atau bercanda itu, ternyata cukup efektif sebagai platform penyuluhan kesehatan karena ringan dan menghibur sehingga mudah dipahami.

Video cuci tangan yang diunggah akun Alodokter itu telah ditonton hampir 3 juta kali dalam kurang dari seminggu. Dalam video berdurasi kurang dari 15 detik itu, mereka menganjurkan masyarakat untuk mencuci tangan dengan air bersih dan sabun secara menyeluruh, hingga ke sela-sela jari dan kuku, sesuai anjuran Organisasi Kesehatan Sedunia (World Health Organization/WHO).

Sebuah video Alodokter lainnya yang menunjukkan etika batuk, juga sudah ditonton lebih dari 2,5 juta kali.

Salah seorang dokter dalam video itu adalah Abi Noya. Dia juga manajer pemasaran Alodokter, sebuah platform informasi kesehatan yang berpusat di Jakarta dan memiliki mitra ratusan dokter di seluruh Indonesia.

Dalam wawancara melalui telepon dengan VOA, Rabu (4/3), dokter Abi mengatakan timnya memanfaatkan TikTok karena ingin menyampaikan informasi kesehatan yang benar ke masyarakat luas dengan cara yang mudah dimengerti.

“Sebelumnya dari konten di website, chat sama dokter sudah, social media dari Facebook, Instagram, YouTube sudah. Kita lihat TikTok mulai seru nih, ramai dilihat orang, and it’s fun," papar Abi.

"Kami kepikiran ini bisa dipakai sebagai media untuk menyampaikan informasi kesehatan in a fun and practical way. Harapannya informasi lebih mudah dicerna dan mudah dipahami,” tambah Abi.

Abi mengatakan reaksi yang didapatnya sangat beragam, kebanyakan positif.

“Kita dapat (pesan) WhatsApp dari orang puskesmas yang bilang, ‘wah dok, saya kemarin ngajarin anak saya cuci tangan ngga hafal-hafal. Ngeliat video dokter kayanya langsung bisa,’ gitu. Itu udah bikin kita seneng banget sih,” ujar Abi.

Di Indonesia, tercatat dua orang yang positif dinyatakan terjangkit virus corona.

Video Viral di Vietnam

Di Vietnam, sebuah video yang menampilkan tarian diiringi sebuah lagu Vietnam populer, mengenai pentingnya cuci tangan di tengah krisis virus corona, telah ditonton lebih dari 2,2 juta kali di aplikasi video TikTok.

Video ini dipopulerkan oleh penari dan influencer Quang Dang, yang punya 110.000 followers di TikTok. Dia dan seorang laki-laki lain terlihat menari di pinggir jalan, di depan pedagang kaki lima.

Kementerian Kesehatan Vietnam juga merilis sebuah video animasi dengan iringan lagu “Jealous” atau “Ghen” yang dipopulerkan Erik dan Min. Liriknya menyerukan masyarakat untuk “menghalau virus corona.” Video itu menjadi viral setelah diunggah ke YouTube.

Videonya memberi panduan mengenai cara mencegah infeksi, seperti mencuci tangan dengan “gosok, gosok, gosok rata” dan batasi “kunjungan ke tempat ramai.”

"Kami ingin lagu ini memberikan semangat dan mengurangi ketegangan mereka yang memimpin perang (melawan penyakit) ini, termasuk para pakar, dokter, petugas medis dan jutaan petugas yang berada di garis depan untuk melawan epidemi ini setiap hari,” kata kementerian kesehatan itu dalam deskripsi video.

Ada 16 kasus virus corona yang telah terkonfirmasi di Vietnam, tetapi pemerintah mengatakan semua pasien sudah sembuh dan diperbolehkan pulang.

Menurut perusahaan analisis Sensor Tower, TikTok merupakan salah satu aplikasi paling populer di dunia. Aplikasi yang diminati kalangan remaja itu telah diunduh lebih dari 1,65 miliar kali. Pada 2019, aplikasi itu merupakan aplikasi paling banyak diunduh kedua di Apple dan Google stores, setelah WhatsApp. Sebagian besar pengguna TikTok berusia antara 13-30 tahun. [vm/jm]

XS
SM
MD
LG