Tautan-tautan Akses

Vaksinasi Mulai Berlangsung di Australia dan Asia


Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menerima vaksinasi COVID-19 Biotech Sinovac di pusat vaksinasi komunitas di Hong Kong, 22 Februari 2021. (REUTERS / Tyrone Siu)
Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menerima vaksinasi COVID-19 Biotech Sinovac di pusat vaksinasi komunitas di Hong Kong, 22 Februari 2021. (REUTERS / Tyrone Siu)

Australia memulai program vaksinasi COVID-19, Senin (22/2), beberapa hari setelah negara tetangganya Selandia Baru. Berdasarkan pengalaman mengatasi pandemi, kedua negara sama-sama memutuskan untuk tidak tergesa menggelar program vaksinasi seperti yang dilakukan banyak negara.

Negara-negara lain di kawasan Asia-Pasifik, yang telah menangani pandemi dengan relatif baik, juga baru atau akan segera memulai program vaksinasi, termasuk Thailand, Vietnam, Kamboja dan Singapura.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mendapat dosis pertama vaksin Pfizer pada hari Minggu (21/2) untuk menunjukkan kepercayaannya pada produk tersebut. Australia memprioritaskan membangun kepercayaan publik terhadap vaksin COVID-19 sebelum mempercepat proses distribusi.

PM Australia Scott Morrison menerima vaksinasi COVID-19 di Castle Hill Medical Centre, Minggu, 21 Februari 2021.
PM Australia Scott Morrison menerima vaksinasi COVID-19 di Castle Hill Medical Centre, Minggu, 21 Februari 2021.

Petugas kesehatan dan pengawas perbatasan, serta penghuni dan pekerja panti jompo mulai mendapatkan vaksin Pfizer pada Senin di berbagai pusat vaksinasi di negara itu. Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt akan mendapatkan vaksin AstraZeneca jika tersedia dalam beberapa pekan mendatang.

Sebagian besar kasus di Australia adalah para pelancong yang terinfeksi di luar negeri dan terdeteksi sewaktu menjalani 14 hari karantina hotel wajib. Australia sejauh ini hanya mencatat 909 kematian akibat virus corona.

Selandia Baru memulai program vaksinasi pekan lalu setelah menerima pengiriman pertama vaksin Pfizer.

Kelompok pertama yang mendapat vaksin adalah pekerja perbatasan dan keluarga mereka. Itu adalah kelompok prioritas yang berbeda dari di kebanyakan negara lain dan idenya adalah menghentikan penyebaran virus dari setiap pelancong yang datang yang sudah terinfeksi. Setelah itu, yang akan menjalani program vaksinasi adalah petugas kesehatan, pekerja esensial dan para lansia.

Seorang petugas kesehatan mengisi jarum suntik dengan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech, untuk disuntikkan kepada para petugas vaksinasi di Auckland, Selandia Baru, 19 Februari 2021.
Seorang petugas kesehatan mengisi jarum suntik dengan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech, untuk disuntikkan kepada para petugas vaksinasi di Auckland, Selandia Baru, 19 Februari 2021.

Program vaksinasi untuk populasi yang lebih luas di Selandia Baru tidak akan dimulai hingga paruh kedua tahun ini, setelah banyak negara lain.

Di Australia, beberapa ahli penyakit menular dan etika di Universitas Nasional Australia menuduh pemerintah menimbun vaksin, dan berpendapat bahwa pemerintah seharusnya mengirimkan kelebihan pasokan ke negara-negara yang sangat membutuhkan.

Thailand, yang mencatat hanya 83 kematian akibat virus corona, belum memulai vaksinasi. Negara itu akan menerima 200.000 dosis pertama dari vaksin Sinovac pada Rabu. Pengiriman vaksin itu menjadi bagian dari rencana pemerintah Thailand yang sejauh ini telah mengamankan 2 juta dosis dari Sinovac dan 61 juta dosis dari AstraZeneca.

Pemerintah memiliki kebijakan untuk memberikan vaksin gratis bagi seluruh warga Thailand dan menargetkan untuk memvaksinasi setengah dari penduduknya tahun ini. Pemerintah mengatakan bahwa mereka berharap untuk memulai vaksinasi beberapa hari setelah kiriman pertama vaksin tiba.

Vietnam, yang mencatat 35 kematian, mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan menerima 5 juta dosis vaksin pada akhir Februari dan berharap untuk memulai vaksinasi paling awal pada awal Maret. Lima juta orang, kebanyakan pekerja garis depan akan diberi kesempatan pertama.

Seorang pria menerima vaksinasi COVID-19 Sinopharm yang disumbangkan oleh China, di Phnom Penh, Kamboja, 10 Februari 2021. (REUTERS / Cindy Liu)
Seorang pria menerima vaksinasi COVID-19 Sinopharm yang disumbangkan oleh China, di Phnom Penh, Kamboja, 10 Februari 2021. (REUTERS / Cindy Liu)

Kamboja, yang tidak melaporkan adanya kematian akibat virus, menerima pengiriman pertama 600.000 dosis vaksin dari China pada 7 Februari, sebagai bagian dari 1 juta dosis yang disumbangkan oleh Beijing. Pada 10 Februari, mereka memulai program vaksinasi, dan dimulai dengan putra-putra Perdana Menteri Hun Sen, menteri-menteri, dan para pejabat di rumah sakit milik negara.

Di Singapura, yang telah melaporkan 29 kematian akibat virus corona, sekitar 250.000 penduduk, termasuk petugas kesehatan dan pekerja garis depan lainnya, telah divaksinasi pekan lalu, menurut sejumlah pejabat kesehatan. Target pemerintah adalah memvaksinasi 1 juta lagi warganya pada awal April.

Laos, yang melaporkan tidak adanya kematian akibat virus corona, menerima 300.000 dosis vaksin Sinopharm pada 8 Februari. Seorang pejabat Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa mereka mengharapkan 20 persen populasi Laos, atau 1,6 juta orang, akan divaksinasi tahun ini. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG