Tautan-tautan Akses

Afrika Gelar Vaksinasi Massal dengan Dukungan COVAX


Menteri Kebudayaan Pantai Gading, Raimonde Goudou Coffie menerima suntikan vaksin AstraZeneca di Abidjan, Pantai Gading, Senin 1 Maret 2021.

Program vaksinasi massal melawan COVID-19 sedang berlangsung di Afrika pekan ini melalui prakarsa COVAX Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pantai Gading dan Ghana, Senin (1/3) memulai vaksinasi terhadap petugas layanan kesehatan dan esensial lainnya dengan vaksin AstraZeneca yang disediakan untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan sedang, yang mengalami kesulitan mendapatkan vaksin itu karena terbatasnya pasokan global dan masalah logistik.

Presiden Ghana Nana Akufo-Addo mengatakan vaksin COVAX merupakan tonggak penting untuk membuat negara itu pulih dan membangun kembali perekonomian.

Ghana melaporkan lebih dari 84 ribu kasus virus corona dan 607 kematian, sedangkan Pantai Gading telah mengukuhkan lebih dari 32.700 kasus virus corona dan 192 kematian, sebut Johns Hopkins University Coronavirus Resource Center.

Seorang pekerja menyimpan kotak vaksin di ruangan dingin saat negara tersebut menerima batch pertama vaksin COVID-19 di bawah skema COVAX, di Accra, Ghana, 24 Februari 2021. (REUTERS / Francis Kokoroko)
Seorang pekerja menyimpan kotak vaksin di ruangan dingin saat negara tersebut menerima batch pertama vaksin COVID-19 di bawah skema COVAX, di Accra, Ghana, 24 Februari 2021. (REUTERS / Francis Kokoroko)

WHO menyatakan 24 negara Afrika lainnya yang masih berusaha mengontrol penyebaran virus corona diperkirakan akan mulai menerima vaksin itu pekan ini melalui program COVAX.

Dirjen WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan peluncuran gelombang pertama vaksin hanyalah awal dari apa yang ingin dicapai COVAX, seraya menyebut tujuan WHO memulai vaksinasi di semua negara dalam 100 hari pertama tahun ini.

Sementara itu, Kolombia menjadi negara pertama di kawasan Amerika yang menggunakan vaksin dari COVAX pada hari Senin.

Pihak berwenang Kolombia mengatakan vaksin Pfizer gelombang pertama mereka akan digunakan untuk populasi yang paling rentan.

Kolombia, yang telah memiliki program vaksinasi, telah mengukuhkan lebih dari 174 ribu kasus dan 6.482 kematian akibat virus corona, sebut Johns Hopkins University Coronavirus Resource Center. [uh/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG