Tautan-tautan Akses

Vaksin Covid Berpotensi Dongkrak Citra China di Indonesia dan Filipina


Sebuah stan yang memajang kandidat vaksin virus corona dari China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), terlihat di Pameran Perdagangan Internasional China 2020. (Foto: Reuters)
Sebuah stan yang memajang kandidat vaksin virus corona dari China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit dari raksasa farmasi milik negara China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), terlihat di Pameran Perdagangan Internasional China 2020. (Foto: Reuters)

Pasokan vaksin Covid-19 China untuk Indonesia dan Filipina, kemungkinan besar akan memperkuat citra Beijing di negara-negara tersebut, terlepas dari kemarahan atas ekspansinya di Laut China Selatan, kata para analis.

Kedua negara tersebut telah memesan vaksin buatan Sinovac Biotech, perusahaan farmasi berbasis di Beijing, sebut berbagai laporan media Asia dan website perusahaan tersebut. Kantor berita resmi China Xinhua pada Oktober lalu menyebut “penting sekali” untuk mendistribusikan vaksin “ke seluruh dunia, bukan hanya ke negara-negara kaya.”

Rakyat di kedua negara itu marah atas ekspansi China di Laut China Selatan seluas 3,5 juta kilometer persegi, di mana klaim kedaulatan mereka tumpang tindih. China, dengan militernya yang terkuat di Asia, telah membangun pulau-pulau yang diklaim Filipina dan melayarkan kapal-kapal melalui perairan yang disebut Jakarta termasuk zona ekonomi eksklusifnya. Laut itu kaya akan sumber daya ikan dan energi.

China, yang sangat ingin dianggap sebagai negara tetangga yang baik dan ingin meminimalkan pengaruh geopolitik AS, dapat memperoleh dukungan di kedua negara besar di Asia Tenggara itu jika vaksinnya ampuh, dapat mencapai daerah-daerah terpencil di dua negara kepulauan itu tepat waktu dan tidak berbiaya mahal, kata para analis. Jumlah penduduk Indonesia dan Filipina adalah sekitar 375 juta orang.

Warga Filipina, termasuk sejumlah kalangan di angkatan bersenjatanya, tidak mempercayai China sejak kebuntuan tahun 2012 terkait Scarborough Shoal di laut yang disengketakan. Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah berusaha memperbaiki hubungan sejak ia mulai menjabat pada tahun 2016. Ia mengindikasikan tahun lalu bahwa ia akan memprioritaskan vaksin China serta kemungkinan vaksin dari Rusia.

Dengan selesainya negosiasi dengan Sinovac pertengahan Desember lalu, Filipina menargetkan untuk mendapatkan 25 juta dosis vaksin pada Maret.

Bagi Indonesia, Sinovac telah berkomitmen untuk memasok “bahan baku vaksin” sehingga PT Bio Farma dapat memproduksi sedikitnya 40 juta dosis sebelum Maret, sebut perusahaan China itu di websitenya. Pada 6 Desember, Sinovac telah mengirim 1,2 juta dosis vaksin tersebut ke Jakarta untuk disimpan di gudang Bio Farma, sebut harian Jakarta Post dalam situsnya. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG